Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Rakyat Malaysia gelar demonstrasi terkait situasi politik

Ilustrasi protes demontrasi, pixabay.com

Aksi itu terkait perubahan drastis perpolitikan Malaysia yang berujung pembubaran pemerintahan Pakatan Harapan hasil Pemilu 2018.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Kuala Lumpur, Jubi – Puluhan warga, aktifis dan mahasiswa melakukan unjuk rasa di Dataran Merdeka, Kuala Lumpur, Selasa malam (25/2/2020). Aksi itu terkait perubahan drastis perpolitikan Malaysia yang berujung pembubaran pemerintahan Pakatan Harapan hasil Pemilu 2018.

Unjuk rasa yang berlangsung mulai pukul 20.30 waktu setempat tersebut mendapat penjagaan petugas dari Polisi Diraja Malaysia yang bersiaga di Jalan Raja Laut di depan Dataran Merdeka.

Sebagian pengunjuk rasa yang terdiri anak-anak muda menyalakan lilin dan membawa sejumlah poster diantaranya bertuliskan “Backdoor Government is unacceptable”, “Politikus Bunuh Demokrasi Malaysia” dan “Ingat Ini Parlemen Bapak Kau”.

Baca juga : Mahathir ditolak mundur dari ketua partai

PM Mahathir sebut kemungkinan masih berkuasa setelah 2020

Loading...
;

Partai pendukung Mahathir gelar pertemuan tertutup dengan oposisi

Sekitar lima orang anak muda keturunan Melayu, India dan China berorasi secara bergantian kemudian para peserta beramai-ramai melemparkan bunga ke arah poster “Politikus Bunuh Demokrasi Malaysia” yang ditaruh di depan tempat orasi.

Seorang pengunjuk rasa Nurdin, mengatakan rakyat telah melakukan Pemilu 2018 yang mendapat perhatian dunia namun semua itu telah musnah oleh gabungan “penyamun” yang jijik dan pembohong.

“Pemerintah pintu belakang ini adalah penyelewengan kepada keluhuran pelembagaan (undang-undang) dan demokrasi berparlemen,” kata Nurdin.

Sementara itu seorang mahasiswi yang bernama Azura Nasron mengaku dirinya merupakan kelompok mahasiswa yang bebas tidak terikat dengan partai manapun.

“Kami dari Gerakan Pembebasan Akademik, kelompok mahasiswa yang bebas yang tidak terikat dengan partai apapun yang melawan tidak adanya kebebasan akademik di Malaysia ini. Kami berjuang untuk melawan undang-undang yang melarang kebebasan akademik,” kata mahasiswi asal Universiti Malaya (UM) tersebut.

Dia mengatakan tujuan unjuk rasa bukan semata-mata penghianatan politisi yang dilakukan baru-baru ini namun untuk mengkritisi politik berdasarkan kekuasaan bukan politik kerakyatan. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca juga artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top