Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Ratusan jenis burung hidup di kawasan TN Wasur

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Merauke, Jubi – Sekitar 400 jenis burung hidup di kawasan Taman Nasional (TN) Wasur di kabupaten Merauke. Ratusan burung tersebut termasuk 27 jenis burung migran yang hanya datang dan hidup sementara mencari makan di TN Wasur. 

Hal tersebut disampaikan Kepala Balai TN Wasur, kabupaten Merauke,  Donald Hutasoit, kepada Jubi, di kantornya, Selasa (17/10/2017).

Ratusan jenis burung hidup di kawasan TN Wasur 1 i Papua

Dikatakan, burung migran yang hidup sementara di kawasan TN Wasur ini hanya mencari makan selama beberapa hari. Setelah itu, kawanan burung ini akan terbang kembali ke habitat asalnya di benua Australia.

“Biasanya dua kali dalam setahun beberapa jenis burung dari Australia terbang TN Wasur. Mereka hanya mencari makan. Kawanan burung itu tidak hidup selamanya di TN Wasur,” ungkap dia.

Dikatakan, ratusan burung dalam kawasan TN Wasur tersebut masuk kategori hewan dilindungi. Burung-burung tersebut tidak boleh ditangkap atau ditembak.

Ditanya satwa lain yang hidup di kawasan tersebut, Donald mengatakan selain ratusan jenis burung, juga ada rusa dan kanguru. Hewan rusa secara nasional masuk kategori dilindungi. Khusus untuk Papua, ada kuota, dimana masyarakat boleh berburu hewan ini.

Loading...
;

“Itu adalah kewenangan Kementerian Lingkungan Hidup. Populasi rusa disini cukup banyak, bisa diambil untuk kebutuhan daging bagi masyarakat,” tuturnya.

Namun demikian, lanjut dia, pengambilan rusa dari hutan, tidak bisa dilakukan sembarangan. Itu dengan tujuan agar populasi hewan ini tetap terjaga dan tidak punah.

Donald mengatakan informasi lebih detail terkait hewan yang dilindungi bisa ditanyakan langsung ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Mereka yang berkompoten menjelaskan berapa banyak rusa yang bisa ‘diambil’ dari hutan.

Rekianus Samkai, warga kampung Wambi, distrik Okaba, menuturkan saat ini masih banyak rusa berkeliaran di hutan.

“Kami sering berburu dan saat pulang pasti membawa rusa. Hanya saja, populasi rusa sekarang semakin berkurang. Kalau dulu, di pinggir kampung saja pasti ada rusa. Tetapi sekarang agak kurang, lantaran perburuan tradisional terus dilakukan,” tuturnya. (*)

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top