Follow our news chanel

Previous
Next

Ratusan pencaker Kabupaten Manokwari menolak hasil tes CPNS

Papua
Teatrikal indikasi suap rebut kursi OAP pada penentuan hasil kelulusan CPNS 2018 Manokwari yang diperagakan oleh solidaritas peduli pencaker Manokwari, Senin (2/8/2020). (Jubi/Hans Arnold Kapisa).

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi – Solidaritas peduli pencari kerja (pencaker) kabupaten Manokwari, menolak hasil tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi 2018 kabupaten Manokwari, karena tidak terpenuhinya kuota 80 persen Orang Asli Papua (OAP).

Penolakan tersebut diwarnai tektikal ‘indikasi suap’ diperagakan para demonstran di lokasi aksi, di Jalan Yos Sudarso Manokwari, Senin (2/8/2020).

Yulianus Indouw, koordinator solidaritas peduli pencari kerja (pencaker) kabupaten Manokwari, menyatakan ratusan pencaker Manokwari [peserta tes CPNS] formasi 2018 menolak hasil tes, dan mendesak pemerintah kabupaten Manokwari dan Provisi, untuk segera melakukan koordinasi ulang dengan Menpan-RB dalam menentukan kuota 80 persen OAP.

“Hasil tes ini sama sekali tidak sesuai dengan komitmen Pemerintah daerah dalam menjalankan amanat Otsus [UU 21]. Sehingga bagian ini kami tolak dan meminta segera dikoodinasikan ulang ke pusat, ujar Indouw saat menyerahkan aspirasi ratusan pencaker kepada Pelaksana tugas Bupati Manokwari, disaksikan Gubernur Dominggus Mandacan,” Senin (2/8/2020).

Sementara, Pelaksana tugas Bupati kabupaten Manokwari, Edi Budoyo, menyatakan bahwa pihaknya sama sekali tidak terlibat dalam pelaksanaan tes CPNS formasi 2018 sejak awal hingga adanya revisi untuk penentuan kuota 80 persen OAP.

“Saya baru terlibat saat hendak pengumuman hasil. Itupun pada pekan lalu,” katanya.

Edi tak menampik bahwa hasil tes CPNS formasi 2018 kabupaten Manokwari justru terbalik [80 persen non OAP dan 20 persen OAP], hal itu baru diketahuinya saat adanya aksi protes para peserta, paska pengumuman kalulusan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

Loading...
;

Dia menjelaskan bahwa sebeum umumkan hasil, kouta 80:20 sudah ditanyakan ke kepala BKD Manokwari, namun respons dari BKD bahwa sudah ‘mendekati’ karena itu merupakan perjuangan mendiang Bupati Demas P. Mandacan.

“Sebelum umumkan hasil, saya sudah tanya ke BKD, bagaimana dengan kuota 80:20, dan dijawab bahwa sudah ‘mendekati’ karena itu perjuangan mendiang bupati Demas Paulus Mandacan,” katanya mengutip jawaban Kepala BDK Manokwari Anthon Renyaan.

Sikapi aksi protes, Edi menjelaskan, bahwa pihaknya pun telah bersurat ke Menpan-RB, untuk tanyakan surat pertanggungjawaban kesepatakan kontrak tentang kuota 80 persen OAP dan 20 persen non OAP, tapi surat itu tidak disetujui oleh Menpan-RB

“Hasil tes tidak sesuai, dan surat saya ke Menpan-RB juga ditolak sehingga terjadi protes ketidak puasan di sana-sini. Tetapi apapun yang terjadi, kita [pemerintah] harus tanggung jawab. Oleh karena itu, saya akan lapor ke Pak Gubernur untuk mohon petunjuk,” tutur Edi. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top