Follow our news chanel

Ratusan penumpang KM Tidar tujuan Nabire masih tertahan di Manokwari

Ratusan penumpang KM Tidar tujuan Nabire masih tertahan di Manokwari 1 i Papua
Penumpang KM Tidar tujuan Nabire yang terlantar di Pelabuhan Manokwari. – Dok pribadi Edo Ayomi

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Hingga Sabtu (28/3/2020), ratusan warga asal Nabire yang menjadi penumpang KM Tidar masih tertahan di Pelabuhan Manokwari, Papua Barat. Mereka adalah para penumpang KM Tidar yang pada Jumat (27/3/2020) lalu batal bersandar di Pelabuhan Samabusa pada Jumat (27/3/2020) dan diturunkan di Manokwari, ibukota Provinsi Papua Barat.

Peristiwa itu terjadi menyusul kebijakan Pemerintah Provinsi Papua memberlakukan kebijakan untuk melarang pesawat dan kapal laut angkutan penumpang memasuki Papua mulai 26 Maret 2020 hingga 8 April 2020. Kebijakan itu diberlakukan untuk memutus mata rantai penularan virus korona di Papua.

Salah seorang penumpang KM Tidar tujuan Nabire yang diturunkan di Manokwari, Carol Ayomi mengatakan para penumpang KM Tidar itu diturunkan di Manokwari tanpa ada kepastian. Mereka terdiri dari perempuan, anak-anak, mahasiswa, bahkan ibu hamil.

“Kami ada banyak orang, ada juga bayi. Sampai sekarang belum ada solusi [bagi kami], dan [kami] semua masih di Pelabuhan Manokwari,” ujar Ayomi saat dihubungi melalui panggilan telepon pada Sabtu (28/3/2020).

Menurut Ayomi, para penumpang KM Tidar tujuan Nabire itu ada yang berasal dari Manokwari, Sorong, bahkan Jawa. Saat membeli tiket, mereka tidak mengetahui akan adanya pemberlakuan pembatasan pesawat dan kapal laut angkutan penumpang untuk bisa memasuki Papua.

Sepanjang pelayaran pun para penumpang tidak mengetahui kebijakan pembatasan pergerakan orang menuju Papua.  Ketika KM Tidar telah memasuki perairan Nabire, tiba-tiba para penumpang mendengar pengumuman bahwa KM Tidar batal bersandar di Nabire, dan akan langsung kembali ke Manokwari.

Loading...
;

“Semua penumpang kaget, dan melakukan perlawanan [terhadap] nahkoda. Namun tidak berhasil, kapal tetap kembali [ke] Manokwari, dan berlabuh semalam di sana. Lalu paginya kami semua diharuskan turun [dari kapal],” kata Ayomi.

Menurut Ayomi, ratusan warga asal Nabire menumpang KM Tidar itu justru ingin mengamankan diri dari wabah Covid-19. Meskipun Ayomi tahu tidak ada tempat yang benar-benar aman dari pandemi Covid-19, namun para penumpang KM Tidar berharap bisa melewati masa pandemi Covid-19 itu bersama keluarganya masing-masing.

Ayomi menuturkan di antara para penumpang tujuan Nabire yang diturunkan di Manokwari itu banyak penumpang yang membeli tiket KM Tidar di Sorong, bahkan Jawa, dan mereka tidak memiliki kerabat di Manokwari. Itulah mengapa banyak penumpang KM Tidar yang masih bertahan di  Pelabuhan Manokwari.

“Jadi kami ini di sini nanti mau makan apa?  Mungkin kalau yang ada keluarga atau indekos di Manokwari bisa [pulang]. Akan tetapi, bagaimana dengan mereka yang naik [KM Tidar] dari Pelabuhan Sorong atau [pelabuhan] sebelumnya? Kalau [kami harus] tinggal [di Manokwari], sampai waktu yang ditentukan itu, lalu bagaimana? Mau makan apa, dan siapa yang bertanggungjawab,” tanya Ayomi.

Secara terpisah, Remon Worabai yang juga orangtua salah satu mahasiswa penumpang KM Tidar mengaku sedih saat menerima telepon dari anaknya. Anak Worabai menelepon sambil menangis, mengabarkan KM Tidar batal berlabuh di Nabire.

“Anak saya mau balik ke Nabire karena wabah ini. [Dia ingin kumpul dengan keluarga. Kami heran dengan semua ini. Mungkin dorang bukan orang Nabire atau seperti apa? Masa mau selamatkan yang lain, dan separuhnya mau dikorbankan,” sesal Remon Worabai.

Sebelumnya, Kepala Pelni Cabang Nabire, Suyatno membenarkan jika KM Tidar terpaksa kembali ke Manokwari, karena tidak bisa berlabuh di Nabire. Suyatno menyatakan pihaknya menjalankan Surat Edaran Gubernur Papua dan Surat Keputusan Bupati Nabire tentang pencegahan Covid–19.

“Tadi juga nahkoda kapal berkoordinasi dengan Pak Bupati [Nabire], tapi tetap tidak bisa sandar. Jadi, kami ikuti arahan pimpinan daerah, sampai waktu yang ditentukan Suyatno.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top