TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

Ratusan tentara Afganistan tewas dan terluka oleh serangan Taliban

pertempuran papua
Ilustrasi perang, pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Sedikitnya 150 tentara Afganistan tewas atau terluka akibat serangan selama 24 jam terakhir oleh gerilyawan Taliban. Pejabat senior pemerintah Afganistan pada Senin, (7/6/2021) kemarin mengatakan serangan itu terjadi saat pasukan asing mundur.

“Pertempuran sekarang berkecamuk di 26 dari 34 provinsi Afganistan,” kata para pejabat, yang berbicara dengan syarat anonim, dilaporkan Reuters, Selasan (7/6/2021).

Baca juga : Pertempuran hebat pasukan Afganistan-Taliban tewaskan 57 korban   

Bom mobil sasar hotel mewah di Pakistan 

Hakim Agung wanita di Afghanistan meninggal ditembak

Pemerintah mengatakan pertempuran telah meningkat ketika Amerika Serikat melanjutkan operasi untuk menarik semua pasukannya yang tersisa pada 11 September.

Taliban merebut distrik Shahrak di provinsi Ghor barat pada hari Senin dan memaksa pasukan Afganistan mundur ke desa-desa terdekat setelah baku tembak hebat.

Selain itu juga sebuah bom mobil kuat yang menargetkan markas polisi di distrik Khas Balkh di provinsi Balkh dan menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai 50 lainnya termasuk warga sipil pada sehari sbelumnya atau Minggu, (6/6/2021).

Pada hari yang sama, militan Taliban menyerbu distrik Qaisar di provinsi Faryab utara, menewaskan dan melukai puluhan pasukan keamanan Afganistan, kata seorang pejabat polisi. Pasukan pemerintah melancarkan operasi untuk merebut kembali distrik strategis Nerkh di Provinsi Wardak yang terletak kurang dari satu jam perjalanan dari ibu kota Kabul, kata seorang pejabat kementerian pertahanan.

“Dalam 24 jam terakhir, sayangnya ada 157 korban di antara pasukan,” kata seorang pejabat senior yang tidak mau disebutkan namanya.

Tercatat pembicaraan politik antara pemerintah dan Taliban sebagian besar terhenti ketika Amerika Serikat menarik pasukannya keluar 20 tahun setelah pemboman AS memaksa Taliban dari kekuasaan.

Amerika Serikat dan Taliban saling menuduh satu sama lain telah memprovokasi dan gagal menghentikan serangan terhadap warga sipil. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us