Follow our news chanel

Ratusan warga Rohingya diselundupkan ke Aceh dengan modus penyelamatan

Papua, tersangka
Ilustrasi, pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Banda Aceh, Jubi – Modus penyelundupan warga Rohingya ke Aceh menggunakan upaya pertolongan terhadap pengungsi yang kapalnya tenggelam demi kemanusiaan.  Modus itu dilakukan untuk menutupi transaksi penyelundupan masuknya 396 Imigran Rohingya ke Aceh yang terjadi beberapa waktu lalu.

“ Modus itu kami dikethui terkait dengan penyelundupan 396 Imigran Rohingya ke Aceh yang terjadi beberapa waktu lalu,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Aceh, Kombes Sony Sonjaya, Selasa (27/10/2020).

Baca juga : Dua imigran Rohingya di Aceh meninggal 

Negara Asia Tenggara diminta bentuk badan perlindungan pengungsi 

Ada Warga Bangladesh di Antara Pengungsi Rohingya

Tercatat polisi menangkap sejumlah pelaku, di antaranya FA, AS, R dan SB. Sedangkan satu orang masih buron atau masuk daftar pencarian orang (DPO), yakni AR. “AR merupakan imigran Rohingya yang sudah berada di Indonesia sejak 2011,” kata Sony menambahkan.

Loading...
;

Temuan penyeludupan bermula saat kedatangan 99 imigran Rohingya ke Aceh pada bulan Juni 2020. Pelaku utama, AR, berkomunikasi dengan orang di dalam kapal yang mengangkut warga Rohingya soal penjemputan.

AR lantas menghubungi tersangka FA untuk menawarkan jasa penjemputan imigran Rohingya di perbatasan laut Indonesia dengan memintanya menyewa kapal penjemputan. FA mengajak dua orang ABK untuk mempersiapkan kapal yang telah disewa.

“Untuk mengetahui titik koordinat penjemputan, AR mengirimkan lokasi kapal pengungsi Rohingya ke FA melalui pesan singkat,”kata Sony menjelaskan.

Pelaku kemudian membuat skenario perahu yang mengangkut 99 imigran Rohingya itu dibuat tenggelam. Sehingga muncul pandangan bahwa Imigran tersebut harus ditolong demi kemanusiaan.

“Jadi opini yang terbentuk itu ini aspek kemanusiaan. Tapi kami melihat ke arah lain, ini ada upaya penyelundupan manusia ke Aceh yang melanggar keimigrasian,” kata Sony menjelaskan.

Dari pengakuan tersangka, saat penjemputan ada kapal yang cukup besar yang mengangkut Imigran Rohingya lebih dari 900 orang. Namun, untuk gelombang pertama FA hanya menjemput 99 orang.

Pada gelombang kedua, imigran Rohingya yang berada di kapal besar tersebut kembali menuju Aceh dengan menurunkan 297 orang. Kali ini mereka tidak dijemput karena sudah mengantongi titik koordinat untuk menuju perairan Aceh atau tempat 99 imigran Rohingya dievakuasi.

“Gelombang kedua yang 297 orang itu, mereka tidak dijemput mereka sudah tahu koordinat kemana mereka harus berlabuh dan sudah ada komunikasi dengan yang gelombang pertama tadi,” katanya.

Setelah semuanya berlabuh di Aceh dan ditempatkan di gedung BLK Lhokseumawe, muncul upaya mengeluarkan tiga orang imigran Rohingya dari tempat penampungan itu atas suruhan Imigran Rohingya yang kini berada di Medan, Sumatera Utara. Namun, pelaku berinisial S berhasil dicegah oleh aparat di Lhokseumawe.

Saat ini polisi masih mengejar AR yang jadi aktor utama penyelundupan Rohingya ke Aceh dan seorang Rohingya lainnya yang berhasil kabur dari Aceh. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top