HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Rawat ribuan pasien, Papua terapkan dokter bergerak

Covid19_Papua
Foto ilustrasi, pandemi Covid-19 di Tanah Papua - Jubi/ Leon
Foto ilustrasi, pandemi Covid-19 di Tanah Papua – Jubi/ Leon

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Mulai pekan depan, Satgas Covid-19 Provinsi Papua akan menerapkan dokter bergerak untuk merawat 1.239 Pasien dalam Pengawasan dan pasien positif korona di Papua. Tim dokter bergerak akan terus berpindah, diperbantukan di setiap rumah sakit yang kekurangan tenaga medis dalam merawat para pasien terkait pandemi Covid-19.

Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 Papua, dr Silwanus Sumule SpOG (K) mengatakan kebijakan itu diambil karena jumlah dokter di Papua yang terbatas. Ia menyatakan jumlah pasien positif korona yang dirawat ditambah Pasien dalam Pengawasan (PDP) yang juga dirawat telah mencapai 1.239 orang.

“Di seluruh Papua hanya terdapat tujuh dokter spesialis paru-paru. Jadi dokter yang bergerak. [Contohnya], di Jayapura ada tiga orang, dr Theopilus Obet Lay, dr Helena Pakiding, dan dr Victor Manuhutu. Mereka bertiga ini yang akan bergerak ke Keerom, Kabupaten Jayapura dan keliling rumah sakit di Kota Jayapura,” kata Sumule di Jayapura pada Kamis (21/5/2020).

Sumule mengatakan 70 persen pasien yang dirawat itu sebenarnya mengalami sakit ringan. Meskipun demikian, Pemerintah Provinsi Papua menetapkan kebijakan bahwa semua pasien terkait Covid-19 tetap dirawat di rumah sakit.

Kebijakan itulah yang menjaga angka kematian akibat Covid-19 di Papua tetap rendah, yaitu 10 kasus atau 2 persen dari total kasus positif korona. Dengan kebijakan itu pula Papua mencatatkan tingkat kesembuhan pasien yang tinggi, mencapai 134 kasus atau 25 persen dari total kasus positif korona.

“Akan tetapi, di sisi lain rumah sakit mulai kewalahan. Ada pilihan isolasi mandiri, ini bisa dilakukan, tapi perlu upaya yang luar biasa. Sehingga kami putuskan pasien semua kami rawat,” jelasnya.

Loading...
;

Hingga saat ini jumlah pasien Covid-19 yang dirawat berjumlah 394 orang dan PDP sebanyak 845 orang. Potensi bertambahnya konfirmasi kasus positif korona di Papua masih tinggi, mengingat jumlah Orang dalam Pemantauan (ODP) di Provinsi Papua mencapai 2.985 orang.

Selama dua pekan terakhir, Satgas Covid-19 Provinsi Papua dan satuan tugas atau gugus tugas di tingkat kabupaten/kota terus melakukan tes cepat dan melacak orang yang memiliki riwayat kontak bertemu dengan pasien positif korona. Pelacakan yang dilakukan secara agresif itu ikut menjadi faktor terjadinya penambahan jumlah kasus baru yang tinggi dalam dua pekan terakhir.

“Untuk menangani ini, skenario kami, kami sudah menjadikan RSUD Abepura menjadi Rumah Sakit Darurat Covid. Lalu, seluruh rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Papua menyiapkan tempat tidur dalam jumlah besar. Kami juga meminta rumah sakit mitra menyerahkan minimal 30 tempat tidur untuk pasien Covid-19. Yang terakhir, kami memanfaatkan semua fasilitas yang dapat digunakan untuk mengisolasi pasien,” katanya

Saat ini Pemerintah Kota Jayapura sudah menyiapkan Hotel Sahid untuk mengisolasi warganya yang hasil tes cepatnya reaktif. Sedangkan Pemprov Papua menyiapkan dua Balai Pendidikan dan Pelatihan (Diklat), yakni Balai Diklat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Papua dan Balai Pelatihan Kesehatan Papua.

Pemerintah Provinsi Papua juga menyediakan akomodasi bagi setiap tenaga medis yang menangani pasien terkait Covid-19. Mereka diinapkan di Hotel Horison Jayapura, Hotel Horison Abepura, dan Hotel Metta Star Waena.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa