Follow our news chanel

Previous
Next

Referendum Bougainville dimulai dengan meriah

Presiden Bougainville, John Momis, sampai di TPS di Taman Bel Isi (Damai) di Buka, Sabtu (23/11/2019). - The Guardian/ Ness Kerton/AFP via Getty Images
Referendum Bougainville dimulai dengan meriah 1 i Papua
Presiden Bougainville, John Momis, sampai di TPS di Taman Bel Isi (Damai) di Buka, Sabtu (23/11/2019). – The Guardian/ Ness Kerton/AFP via Getty Images

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Buka, Jubi – Setelah menanti selama 20 tahun, hari besar itu akhirnya tiba untuk orang-orang Bougainville. Massa berkumpul pada Sabtu (23/11/2019), di Taman Bel Isi (Damai) di Buka, pada hari pertama referendum selama dua pekan untuk memutuskan apakah kepulauan itu akan merdeka dari Papua Nugini.

Di tengah-tengah pengamanan ketat, ratusan orang Bougainville berbaris di jalan-jalan mengiringi presiden daerah otonomi itu, John Momis, ketika ia tiba di TPS untuk memberikan suaranya.

Momis, didampingi Menteri Urusan Bougainville, Sir Puka Temu, dan Komisaris referendum, Ruby Mirinka, adalah orang pertama yang memilih.

Kerumunan massa bersorak gembira, kelompok-kelompok penari menari mengikuti irama suling bambu, menyanyikan lagu-lagu kebebasan yang menceritakan krisis Bougainville dan proses perdamaian yang dimulai pada akhir perang saudara 20 tahun lalu, dan membuka jalan untuk referendum hari itu.

Ketika ia keluar dari TPS setelah selesai, Momis melambaikan tangan kepada kerumunan yang menjawab dengan meneriakkan dukungan mereka sambil mengantre menunggu giliran.

“Tampak jelas bahwa orang-orang sekarang sedang dalam semangat perayaan dan saya bergabung dengan mereka karena mereka memiliki hak untuk merayakan referendum ini,” kata Momis dalam konferensi pers. “Ini adalah ancar-ancar atau awal dari hal-hal baik yang akan datang jika kita berkolaborasi dan bekerja sebagai mitra yang saling percaya, untuk mengimplementasikan sesuatu yang telah dibangun oleh kedua belah pihak.”

Loading...
;

Dengan berlinangan air mata, Justina Panu, seorang pemilih dari Arawa, mengatakan bahwa ia sangat senang melihat presidennya memilih. “Kita sangat senang dan terharu,” katanya.

Janet Chigoto, dari Buin, mengibarkan bendera Bougainville yang besar dan berkata: “Saya bangga dan bahagia. Waktunya telah tiba bagi kita untuk memilih apa yang telah kita tunggu-tunggu. Darah telah tumpah di pulau ini. Kita ingin agar kita sendiri berkuasa dalam menjalankan negara ini, jadi saya akan memilih kotak nomor 2.”

Selama dua minggu ke depan, setiap orang Bougainville di atas usia 18 tahun akan memilih dalam referendum. Seorang pemilih muda, Tanya Okia dari Kieta, berharap bahwa generasinya ingin melihat Bougainville yang bebas dan merdeka. “Bougainville akan bangkit. Saya dan 365 orang muda lainnya di sini, kita semua menuju ke kotak nomor 2.”

Sementara itu, tepat sebelum pemilihan referendum dimulai, kepada surat kabar Post-Courier, Sir Puka Temu, yang menemani Presiden Momis, Sabtu pagi, menjelaskan keputusannya untuk tidak berpartisipasi dalam referendum Bougainville, meski dia telah memenuhi persyaratan. “Jika saya bukan Menteri Urusan Bougainville dan kepala penasihat pemerintah nasional, saya pasti akan memilih pada Sabtu,” katanya. ”Tetapi istri dan anak-anak saya akan memilih dalam referendum.” (The Guardian)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top