Follow our news chanel

Previous
Next

Referendum Chuuk ditunda lagi 2022 nanti

Pulau-pulau di negara bagian Chuuk. - RNZI/ Wikimedia Commons
Referendum Chuuk ditunda lagi 2022 nanti 1 i Papua
Pulau-pulau di negara bagian Chuuk. – RNZI/ Wikimedia Commons

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Weno, Jubi – Referendum kemerdekaan Chuuk dari Federasi Mikronesia, atau FSM dilaporkan telah ditunda hingga 2022. Ini adalah ketiga kalinya referendum itu ditunda.

Chuuk adalah negara bagian dengan jumlah penduduk paling besar dari empat negara bagian lainnya yang membentuk FSM, sebuah negara yang memiliki kesepakatan Compact of Free Association (COFA) dengan Amerika Serikat.

Reuters melaporkan bahwa aspirasi kemerdekaan Chuuk berakar dari ketidakpuasan atas bagaimana pembiayaan dari AS dialokasikan.

Jaksa Agung Chuuk, Sabino Asor, yang juga memimpin kampanye pro-merdeka berkata penundaan pemungutan suara itu, akan memberi waktu kepada FSM untuk menyelesaikan beberapa masalah terkait pendanaan.

Jarak Chuuk yang dekat dengan aset-aset militer Amerika di Guam telah meningkatkan ketenaran referendum ini. Sebagian dari perjanjian COFA akan berakhir pada 2023, meningkatkan kemungkinan bahwa Chuuk atau FSM bisa mengalihkan hubungan diplomatiknya ke Tiongkok.

Setelah kunjungan kenegaraan Presiden FSM David Panuelo ke Beijing pada Desember, Tiongkok menjanjikan pendanaan setidaknya AS$ 72 juta untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur di FSM.

Loading...
;

Meskipun kecil ukurannya, negara-negara Pasifik termasuk FSM mengendalikan daerah samudra luas, membentuk batas antara Amerika dan Asia.

Jian Zhang, profesor di UNSW Canberra di akademi pertahanan Australia, Australian Defence Force Academy, mengatakan lokasi negara-negara Mikronesia itu sangat ideal.

“Ini berada di daerah yang cukup strategis, keduanya dekat dengan pangkalan militer AS, yang dapat memberikan Tiongkok kemampuan untuk memantau dan menghalangi aktivitas militer,” jelas Zhang kepada Reuters.

Pada Agustus 2019, Mike Pompeo menjadi Menteri Luar Negeri AS pertama yang mengunjungi FSM.

“Saya dengan bangga mengumumkan Amerika Serikat telah memulai negosiasi, untuk memperpanjang perjanjian COFA kita,” kata Pompeo kepada wartawan saat itu.

Awalnya dijadwalkan bertepatan dengan pemilihan federal FSM pada 2015, referendum untuk kemerdekaan Chuuk ditunda sampai pemilihan federal 2019, kemudian ditunda lebih lanjut sampai Maret 2020.

Chuuk memiliki jumlah penduduk 50.000 jiwa – hampir setengah dari jumlah populasi seluruh FSM. (RNZI)

Editor: Kristianto Galuwo 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top