Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Rekomendasi LMA dan Dewan Adat, anak asli Sarmi menjabat Wakil Bupati

papua, sarmi
Yehezkiel Jemjeman (paling kiri), Yakonis Wabror, anggota MRP Pokja Adat (tengah) dan Zakarias Sakweray (paling kanan) - Jubi/Jean Bisay
Papua No.1 News Portal

Jayapura, Jubi – Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Sarmi, Zakarias Sakweray mengatakan, lembaga adat, dewan adat dan masyarakat sudah mengusulkan sejumlah nama yang merupakan figur anak asli Sarmi untuk menjabat wakil bupati.

“Kami sangat kecewa. Bupati tidak mengakomodir aspirasi masyarakat untuk posisi wakil bupati. Oleh sebab itu kami datang ketemu dengan MRP perwakilan masyakat adat Sarmi. Kami konsultasi untuk kamis bisa buka panitia penerimaan calon wakil bupati, periode PAW [pengganti antar waktu],” jelas Zakarias Sakweray kepada jurnalis di Jayapura, Selasa (16/6/2020).

“Kami dengar saudara bupati mengusulkan nama yang di luar apa yang kami usulkan, itu sebabnya, kami punya wilayah. Bupati kan maju dari independen, kami masyarakat mengusulkan dia,”

“Kami minta supaya wakil PAW ini harus betul-betul anak Sarmi, yang nanti diseleksi oleh adat. Kami akan buka panitia seleksi penerimaan wakil bupati di Kabupaten Sarmi,” ujarnya.

“Pihak adat menilai bupati sudah merekomendasikan satu calon, tapi ada calon lain juga didorong dan diusulkan masyarakat adat. Ada 2 nama yang kami dengar dari tim pansus DPRD Sarmi,”.

“Seleksi ini bukan tugasnya DPRD, itu tugasnya masyarakat adat. Dan bupati pun harus menerima aspirasi dari masyarakat. Kami sudah sampaikan tapi tidak diakomodir, itu sebabnya kami minta kepada pak bupati, besok [selanjutnya] kami bentuk tim seleksi panitia penerimaan calon wakil bupati di kabupaten Sarmi,” kata Sakweray.

Dukungan anak asli Sarmi menduduki jabatan wakil bupati juga disampaikan Ketua Dewan Adat Sarmi Yehezkiel Jemjeman.

Loading...
;

“Kami ikut berikan dukungan sebagaimana yang disampaikan oleh ketua LMA Sarmi,” kata Yehezkiel Jemjeman.

Jemjeman menilai dari awal bupati tidak membuka ruang dengan dewan adat dan LMA Sarmi. Menerima saran atau pendapat bakal calon yang mau diusulkan.

“Bakal calon yang disampaikan saat ini kami tidak terima. Harusnya ada keterbukaan. Artinya kami memawadahi masyarakat kecil, khususnya masyarakat adat Sarmi. Kami dewan adat dan LMA berharap bupati membuka ruang kepada kami dan apa yang kami sampaikan bisa diteruskan ke DPRD,” ujarnya.

Semua calon yang dimasukan itu harus melalui seleksi, dan dua lembaga ini [LMA dan dewan adat Sarmi] harus tahu.

Ada dua nama diusulkan bupati. Satu sesuai usulan, tapi satu calon lagi bukan.

“Kami mau dari 5 suku besar di Sarmi ada figur, sehingga masyarakat dari 5 suku ini harus tahu perwakilannya. Kemudian dari situ DPRD yang pilih siapa yang dijagokan dan itu kami puas, biar tidak ada kecemburuan”.

“Pansus DPR tetap jalan, tapi kami yang tim seleksi pendaftaran. Para calon yang masuk harus daftar lewat kami, baru kami sampaikan kepada bupati setelah itu bupati serahkan ke DPRD untuk dipilih,”.

Prinsip pihak adat maupun LMA. Orangnya harus bersih, terbuka, sederhana, dan siap untuk melayani masyarakat. “Dia harus anak Sarmi, tempat tinggalnya di Sarmi. Orang tuanya di Sarmi. Bahkan yang lahir besar di Sarmi,” tegas Jemjeman.

“Saya anggota MRP utusan Sarmi dan Mamberamo Raya. Ketika mendengar apa yang disampaikan dari dewan adat Sarmi dan LMA Sarmi, saya mempelajari bahwa ini sangat penting untuk menjaga kebersamaan pemerintah dan masyarakat adat,” kata anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Pokja Adat Yakonias Wabror.

“Saya memberikan apresiasi sekali kepada bapak bupati Sarmi sebagai senior kami. Beliau sudah cukup lama di Sarmi, saya sangat menghargai dan menghormati,” ujar Yakonis.

Menurut Wabror, sesuai aturan perundang- undangan, bahwa apabila wakil bupati berhalangan itu bisa diusulkan oleh bupati. Jika itu independen seperti yang terjadi di Sarmi.

Karena dulu dipilih secara independen, tentu kewenangan ada di bupati. Di Sarmi untuk memilih wakil bupati kebetulan saat ini berhalangan, dipilih oleh masyarakat. “Jadi apa yang disuarakan oleh LMA dan dewan adat, saya pikir pemerintah di Sarmi harus menghargai, menghormati. Sehingga harus mengakomodir,” .

“Saya berharap bupati Sarmi untuk bisa membuat kebersamaan, pikiran untuk mengakomodir apa yang diinginkan oleh LMA dan dewan adat, tentunya tidak lepas dari 5 suku, adalah Sobey, Armati, Rumbuai, Manirem, dan Isirawa,” katanya merinci.

Katanya, Bupati bukan orang baru. Dewan adat dan LMA inginkan harus menghormati, dalam hal ini pemerintah harus menghormati tentang tatanan adat, kehidupan, kekerabatan masyarakat ada disana.

“Saya minta untuk bisa didengar, dan pasti banyak yang mengerti dan banyak yang tidak sependapat, tapi dimana saja masing-masing punya tatanan adat, dan ini harus dihargai dan dihormati. Saya harap apa disampaikan oleh Dewan Adat dan LMA, ketika mereka kembali untuk membentuk panitia seleksi bisa diterima oleh pemerintah, kerja sama supaya tidak ada gesekan-gesekan. Ini yang kita jaga,” tegasnya.

“Sekali lagi saya sampaikan, bahwa untuk calon wakil bupati ini harus mengakomodir 5 suku di Sarmi. Dan siapa yang terpilih sebagai wakil bupati maka empat suku akan menerima itu,” ujarnya.

Ikut pilkada Sarmi lewat jalur independen, bupati Eduard Fonataba bersama Yosina Insyaf memenangkan pemilihan dan memimpin kabupaten yang dijuluki kota ombak itu untuk masa bhakti 2017-2022.

Namun, di tengah jalan, wakil bupati Yosina Insyaf terjerat kasus proyek pembangunan bendungan irigasi berlokasi di SP 2 tahap 1 di kabupaten Sarmi, Papua tahun anggaran 2012.

Yosina ditahan lembaga pemasyarakatan Lapas Doyo Sentani. Berdasarkan putusan kasasi Mahkamah Agung RI nomor:1524K/Pid.Sus/2018 tanggal 14 November 2018, tim Tabur (Tangkap Buron) Kejaksaan Agung dan Tim dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jayapura dan Tim Adhyaksa Monitoring Center (AMC) Kejaksaan Agung menangkap terpidana Yosina Troce Insyaf di L’avenue Apartment and Residence, Jakarta Selatan pada Selasa (18/2/2020). (*)

Editor: Syam Terrajana

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top