Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Relawan tetap mengajar saat pandemi Covid-19

Ilustrasi aktivis Gerakan Papua Mengajar saat mengajar anak-anak usia sekolah dasar - Jubi/Facebook Gerakan Papua Mengajar 
Relawan tetap mengajar saat pandemi Covid-19 1 i Papua
Ilustrasi aktivis Gerakan Papua Mengajar saat mengajar anak-anak usia sekolah dasar – Jubi/Facebook Gerakan Papua Mengajar.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Makassar, Jubi – Aktivis Gerakan Papua Mengajar, Agus Kadepa mengatakan meski Pemerintah Provinsi Papua dan kabupaten/kota di Papua memberlakukan pembatasan sosial dan jaga jarak selama pandemi Covid-19 atau virus korona, namun para aktivis Gerakan Papua Mengajar yang berada di beberapa kabupaten, tetap mengajar anak-anak.

Agus Kadepa mencontohkan, di wilayah Kabupaten Paniai ia tetap melakukan kegiatan mengajar anak-anak, demi memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak di wilayah itu karena selama masa pandemi Covid-19, tak ada aktivitas belajar mengajar di Paniai.

Relawan tetap mengajar saat pandemi Covid-19 2 i Papua

“Mau tak mau, meski pemerintah menetapkan sosial distancing kami tetap melakukan aktivitas mengajar secara sukarela, misalnya saya di Paniai,” kata Agus Kadepa melalui panggilan teleponnya, Senin (4/5/2020).

Menurutnya, pihaknya tetap mengajar secara sukarela pada masa pandemi Covid-19 kini, karena jika tidak siswa usia sekolah terutama di pedalaman Papua, tidak akan mendapat pendidikan selama pemerintah memberlakukan kebijakan belajar di rumah.

Katanya, sistem belajar daring (online) dari rumah yang diterapkan pemerintah tidak dapat membantu siswa/siswi di pedalaman Papua. Selain terkendala akses internet, sebelum pandemi Covid-19, para guru di pedalaman Papua juga jarang berada di tempat tugas.

“Kalau tidak seperti itu, bagaimana anak-anak usia sekolah di pedalaman Papua mendapat pendidikan selama pemberlakuan belajar di rumah. Selama ini saja proses belajar mengajar di pedalaman timbul tenggelam,” ujarnya.

Loading...
;

Akan tetapi untuk wilayah kota semisal Jayapura, para aktivis Gerakan Papua Mengajar, untuk sementara waktu tidak melakukan aktivitas mengajar karena adanya pembatasan sosial dan larangan berkumpul untuk warga.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPPAD) Provinsi Papua, Christian Sohilait mengatakan masa belajar di rumah  diperpanjang hingga 9 Mei 2020.

Menurutnya, untuk itu selama masa pembatasan sosial, kepala sekolah, guru, siswa dan seluruh warga sekolah dilarang berpergian keluar Papua maupun menerima tamu dari luar Papua dengan alasan apapun.

“Kami berharap pandemi Virus Corona ini cepat berlalu. Sehingga kita dapat kembali melakukan proses belajar mengajar,” kata Christian Sohilait belum lama ini.

Namun katanya, yang terpenting, keselamatan anak-anak Papua dari virus korona, sehingga masyarakat dan anak-anak diharapkan dapat menaati aturan atau imbauan pemerintah. (*)

Editor: Edho Sinaga

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top