Reli motor di Amerika diperkirakan memunculkan 266 ribu kasus Covid-19

Ilustrasi Corona di Papua - Jubi/Dok.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Reli sepeda motor Sturgis, Dakota Selatan, Amerika Serikat, berpotensi menjadi acara penyebar virus Corona atau Covid-19 terbanyak di Amerika Serikat. Sebuah studi baru, yang menganalisis ping ponsel milik para peserta reli dan jumlah kasus Covid-19 di komunitas tempat para peserta reli kembali, memperkirakan sekitar 266 ribu kasus infeksi Covid-19 baru terkait acara itu.

“Kami menemukan bahwa daerah, yang banyak warganya pergi ke Sturgis mengalami peningkatan jumlah kasus Covid-19 lebih tinggi dibandingkan dengan tempat serupa yang warganya sedikit pergi ke Sturgis,“ kata Andrew Friedson, seorang profesor ekonomi di University of Colorado Denver dan salah satu penulis studi itu, Selasa, (8/9/2020).

Baca juga : Infeksi Covid-19 di AS meluas ke pedesaan

Kampanye terbuka Trump dinilai memicu lonjakan penularan corona 

Sempat menentang Lockdown, Presiden Bolsonaro positif Covid-19

Dia mengatakan sekitar 266.796 kasus virus Corona terkait dengan acara reli sepeda motor Sturgis. Dan ini mewakili 19 persen dari 1,4 juta kasus Covid-19 baru, yang terkonfirmasi di Amerika Serikat selama jangka waktu penelitian.

Loading...
;

“Sepengetahuan saya, ini adalah acara penyebaran virus Corona atau Covid terbesar. Saya tidak tahu jika ada yang lebih besar dari acara itu,” kata Friedson, menambahkan .

Laporan penelitian baru itu mengatakan reli 10 hari yang dimulai pada Senin 7 Agustus 2020 lalu menarik lebih dari 460 ribu orang ke Kota Dakota Selatan, yang hanya memiliki populasi sekitar 7 ribu orang.

Laporan ini disusun oleh IZA Institute of Labour Economics dan berafiliasi dengan Center for Health Economics & Policy Studies di San Diego State University,

“Perkiraan dalam laporan penelitian ini, jika dikonfirmasi akan menempatkan Sturgis sebagai studi penyebaran terbesar yang dipelajari di Amerika Serikat,“ kata mantan Komisaris Lembaga Makanan dan Obat atau FDA, Dr Scott Gottlieb, yang sekarang bekerja di American Enterprise Institute. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top