Follow our news chanel

Relokasi warga di bawah kaki gunung Robongholo tak selesaikan masalah

Relokasi warga di bawah kaki gunung Robongholo tak selesaikan masalah 1 i Papua
Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Papua, Noak Kapisa – Jubi/Alex

 

Jayapura, Jubi – Memindahkan atau merelokasi warga yang terdampak banjir bandang di kawasan kaki gunung Robongholo dinilai tidak akan menyelesaikan masalah. Sebab, pasca bencana lokasi cagar alam membutuhkan pemulihan dengan cara melakukan penanaman kembali.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi Papua mengusulkan agar Pemerintah kabupaten Jayapura, dalam hal ini Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw beserta jajarannya untuk mencari lokasi lain yang jauh dari kaki gunung Robongolo.

“Mungkin pak bupati bisa melihat lokasi di seberang jalan utama. Memang pasti akan dipertemukan dengan masalah hak ulayat, tapi kalau dibicarakan secara baik dengan para pemilik wilayah adat pasti akan ada solusi,” kata Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Papua, Noak Kapisa di Jayapura kemarin.

Untuk mengembalikan kondisi cagar alam Robongholo, ujar ia, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan harus mengambil langkah cepat, dengan berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait.

“Program pemulihan Robongholo artinya, kaki bawah gunung harus ditata ulang dengan menanam kembali berbagai jenis pohon. Apalagi batas gunung di bawah sudah jauh sekali ke dalam, sehingga membutuhkan kerjasama semua pihak,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Kehutanan Papua Jan Jap Ormuseray. Dirinya menilai, merelokasi warga di bawah kaki gunung Robongholo bukanlah solusi yang tepat, karena lokasi yang diharapkan bisa menjadi tempat tinggal bagi para korban banjir sangatlah rawan bencana secara permanen ke depan.

Loading...
;

“Jadi kalau bisa kita jangan bikin masyarakat tambah susah. Kami harap pemerintah kabupaten Jayapura bersama-sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah bisa mencari lokasi yang lebih aman untuk ditinggali,” kata Jap Ormuseray.

Untuk mengembalikan wujud asli cagar alam Robongholo, ujar ia, saat ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama PT, Freeport Indonesia sementara menyiapkan dokumen rencana pemulihan.

“Kami sudah berencana menyiapkan tanaman-tanaman yang cocok tumbuh di area cagar alam, salah satunya seperti pohon soang, matoa, pinang dan seterusnya,” ujarnya.(*)

Editor: Syam Terrajana

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top