Follow our news chanel

Previous
Next

Resep sukses sektor pariwisata pulau-pulau terluar Vanuatu

Tur gunung Sleeping Mountain di Motalava, Vanuatu. - Australian National University/Development Policy Centre Blog/David Kirkland Photography
Resep sukses sektor pariwisata pulau-pulau terluar Vanuatu 1 i Papua
Tur gunung Sleeping Mountain di Motalava, Vanuatu. – Australian National University/Development Policy Centre Blog/David Kirkland Photography

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Oleh Adela Issachar Aru & Warren Gama

Di Vanuatu ada pepatah, ‘tourism hemi bisnis blo yumi evriwan’, atau ’pariwisata adalah urusan semua orang’. Hal ini disebabkan oleh panjangnya rantai nilai dari sektor pariwisata di negara ini.

Masyarakat dan usaha-usaha kami, termasuk penyedia layanan pariwisata langsung seperti tur dan akomodasi, dan layanan tidak langsung dan usaha-usaha komplementer seperti petani, pengemudi taksi, dan pengrajin mebel dan furniture, semua kalangan mendapatkan manfaat dari industri pariwisata. Lebih dari 18% dari PDB negara itu, dan 14,4% dari pekerjaan formal, datang langsung dari sektor pariwisata.

Selama ini, pariwisata di Vanuatu telah dijual kepada pasaran internasional sebagai tempat ‘istirahat dan relaksasi’ – sesuai untuk mereka yang tinggal di hotel atau resor besar, berbaring di tepi kolam renang sambil menyesap koktail.

Namun, survei International Visitors 2016 menunjukkan adanya peluang untuk meningkatkan pertumbuhan di pasar-pasar yang niche, seperti soft adventure (serangkaian kegiatan yang membutuhkan risiko fisik minim, tidak memerlukan atau sedikit pengalaman dan lebih nyaman), ekowisata, dan pengalaman-pengalaman budaya setempat, dijalankan oleh operator lokal yang lebih kecil, sebagian besar berbasis di desa-desa dan kota-kota di pulau-pulau terluar Vanuatu.

Bulan lalu, maskapai nasional kami mengumumkan rencana ekspansi armadanya untuk tahun 2020, dengan persetujuan pembelian empat pesawat Airbus A220 baru. Koneksi-koneksi transportasi yang lebih kuat dengan pasar jarak jauh, serta penerbangan yang lebih teratur ke negara pasar utama di wilayah kita, akan memberi Vanuatu peluang lebih besar untuk mengembangkan industri pariwisatanya.

Loading...
;

Ini adalah faktor penting pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Vanuatu, karena desentralisasi dalam beberapa bagian dari industri pariwisata kita, akan mendatangkan manfaat lebih langsung bagi masyarakat lokal yang menjalankan usaha pariwisata kecil-kecilan. Hal ini juga, secara langsung, sejalan dengan permintaan pengunjung, yang datang ke Vanuatu karena menginginkan pengalaman autentik dan unik, juga dengan kebijakan pemerintah Vanuatu.

Tantangan yang dihadapi kemajuan ini adalah bahwa, tidak seperti sektor produktif lainnya di Vanuatu (contohnya pertanian atau kerajinan tangan), pariwisata bukanlah bagian dari praktik budaya kami. Walaupun keramahtamahan adalah sesuatu yang telah ditanamkan dalam masyarakat kami, pemahaman tentang perbedaan ekspektasi antara pasar pariwisata internasional dan domestik itu sangat bertolak belakang.

Kurangnya pemahaman seperti ini, dan keterampilan dan pengetahuan yang relevan dalam mengatasi kesenjangan ini, merupakan hambatan utama dalam mengembangkan pulau-pulau terluar Vanuatu sebagai destinasi pariwisata, dan memungkinkan pertumbuhan yang berkelanjutan atas operator mikro dan kecil kami.

Bersama-sama, Departemen Pariwisata dan Kantor Pariwisata Vanuatu atau Vanuatu Tourism Office (VTO), telah menemukan bahwa serangkaian keterampilan dan pelatihan diperlukan untuk menumbuhkan bisnis pariwisata. Upaya ini termasuk membuat rencana bisnis dan menerapkannya, mengembangkan produk secara fisik (seperti desain bungalow dan penyusunan jadwal), keahlian-keahlian operasional (seperti pembukuan dan pemasaran), serta pengetahuan dasar seperti memahami ekspektasi pengunjung dan layanan pelanggan.

Untuk mencapai upaya-upaya tersebut, Departemen Pariwisata dan VTO telah bekerja erat melalui suatu program bernama Vanuatu Skills Partnership, yang didanai oleh Pemerintah Australia, untuk memberikan pelatihan yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan atau demand-driven, serta peluang pengembangan bisnis untuk lebih dari 140 usaha pariwisata lokal dan segenap karyawannya.

Walaupun Departemen Pariwisata dan VTO telah mengidentifikasi berbagai jenis usaha dan bisnis yang mulai dibentuk, terbatasnya keterampilan atau keahlian relevan, dan permintaan pasaran, kemitraan Vanuatu Skills Partnership telah memainkan peran sebagai perantara, melalui pusat-pusat pelatihan keterampilan di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Pelatihan Vanuatu, memfasilitasi pelatihan untuk menciptakan pertumbuhan sektor lokal yang lebih inklusif.

Berkat inisiatif ini, kami bisa melaporkan bahwa ada semakin banyak usaha lokal yang berkualitas tersedia. Pada 2018, 63% dari usaha pariwisata lokal yang dibantu, telah berhasil memperoleh izin operasi di bidang pariwisata, dibandingkan dengan hanya 43% pada 2017.

Melalui inisiatif ini, untuk pertama kalinya dalam sejarah Vanuatu, ada tur pelayaran dan berbagai kegiatan yang dioperasikan oleh usaha lokal dengan kualitas tinggi. Perubahan ini juga telah rasakan langsung oleh para pengunjung internasional, dan mereka tidak ragu dalam menunjukkan pengakuannya.

Pulau terpencil, Mystery Island, memenangkan salah satu penghargaan populer dalam sektor pariwisata yaitu Cruise Critic’s 2018 Choice Destination Awards, sebagai Top Cruise Destination untuk kategori Pasifik Selatan tahun 2018. Dukungan dan bantuan untuk mengembangkan keterampilan pengusaha lokal, juga mendorong naiknya representasi usaha milik lokal sebagai finalis dalam penghargaan pariwisata nasional National Tourism Awards kami. Pariwisata di Vanuatu sudah bukan lagi milik hotel resor besar-besaran saja, ia lebih inklusif.

Contohnya adalah Chez Maureen Bungalow dari Provinsi Torba. Melalui bantuan pelatihan pengembangan keterampilan, pengusaha lokal – seorang perempuan dari Gaua – berhasil menumbuhkan bisnisnya, dari sekadar mimpi pada 2015, menjadi bisnis yang berkembang dengan mempekerjakan tiga staf lokal pada 2017. Kualitas tempat tinggal, masakan, dan layanan pelanggan yang tinggi di usahanya mendatangkan pengakuan nasional pada 2018, ketika ia memenangkan penghargaan Vanuatu Tourism Award – Kategori Best Island Style.

Melalui upaya gabungan ini, semakin banyak wisatawan asing yang mengunjungi, dengan menggunakan pesawat terbang, pulau-pulau terluar kita dalam beberapa tahun terakhir. Data yang ada menunjukkan jumlah kedatangan internasional tahunan yang telah mengunjungi pulau-pulau terluar melonjak dalam dua tahun terakhir, meskipun ada terjangan badai tropis Pam pada 2015 dan penutupan sementara Bandara Bauerfield pada tahun 2016.

Berdasarkan pengalaman kami, dengan cara inilah negara-negara donor dan departemen-departemen pemerintah, dapat mendorong perubahan dan pertumbuhan pariwisata yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Dengan menggabungkan permintaan dan ekspektasi pasar wisatawan dalam dan luar negeri, dan penawaran dari usaha-usaha lokal, serta membina kerja sama dan koordinasi antara operator, mitra, dan masyarakat lokal. (Development Policy Centre Blog, Australian National University)

Adela Issachar Aru merupakan CEO dari Vanuatu Tourism Office (VTO), sedangkan Warren Gama bekerja untuk Vanuatu Skills Partnership.

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top