Follow our news chanel

Revitalisasi pasar tradisional untuk kesejahteraan pedagang

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Revitalisasi infrastruktur pasar tradisional merupakan salah satu program pemerintah Kota Jayapura dalam meningkatkan pendapatan pedagang setempat.

"Revitalisasi pasar sangat penting karena berdampak pada pendapatan pedagang," kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kota Jayapura, Robert L. N. Awi di kantor Walikota Jayapura, Senin (21/1/19).

Menurutnya, pasar yang kotor dan tidak rapi serta akses jalan yang tidak memadai membuat pedagang di pasar tradisional sangat sulit untuk bersaing dalam peningkatan kesejahteraan.

"Pasar tradisional di Jayapura ada lima, yaitu pasar kategori A, yaitu Pasar Youtefa dan Pasar Hamadi, pasar kategori B adalah Pasar Tanjung Ria dan Entrop, sedangkan pasar kategori C adalah Pasar Numbay atau Pasar Mama-Mama Papua," jelasnya.

Diakui, dari kelima pasar ini antusias warga di Kota Jayapura untuk datang berbelanja di Kota Jayapura masih cukup tinggi, terkecuali pada saat hujan turun. Seperti Pasar Induk Regional Youtefa yang kerap dilanda banjir saat hujan turun yang berakibat lumpuhnya aktivitas jual beli sehingga revitalisasi sangat dibutuhkan.

"Sepanjang 2018 hingga 2019 kami terus melakukan pembenahan mulai dari penimbunan jalan dan pengerukan drainase serta melakukan penataan los dan kios," ungkapnya.

Loading...
;

Dan tahun ini, lanjutnya, pihaknya optimis dengan revitalisasi melalui perbaikan dan peningkatan fasilitas di Pasar Youtefa dapat meningkatkan minat orang untuk tetap setia berbelanja di pasar tradisional.

Tak jauh dari pasar induk, pemerintah Kota Jayapura juga menyiapkan Pasar Youtefa yang baru tapi khusus ikan, daging, sayur dan mama Papua. Pasar ini dibangun dari 2016 dan membutuhkan Rp10 miliar dari dana APBN.

"Pasar yang baru ini bisa menampung hingga 500 pedagang campuran. Di pasar ini tidak ada los, setiap pedagang menggelar dagangannya di lantai dan setiap pedagang ditempatkan sesuai blok usahanya. Kami tata dengan bersih dan rapi sehingga pembeli dengan mudah menemukan barang yang diinginkan," tuturnya.

Meski sudah selesai pembangunannya, Awi mengaku, belum bisa dioperasikan karena sedang dilakukan perbaikan jalan, jembatan menuju pasar, drainase dan pemagaran, lampu, mesin air, toilet, dan wastafel.

Menanggapi itu, Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jayapura bidang infrastruktur dan lingkungan, Otniel Deda memberikan apresiasi atas komitmen pemerintah Kota dalam perbaikan pasar khususnya di Pasar Youtefa.

"Tugas saya sebagai anggota DPRD adalah mengawal yang menjadi kebijakan pemerintah yang belum dilaksanakan sehingga pelayanan benar-benar menyentuh masyarakat," jelasnya.

Menurutnya, Pasar Youtefa merupakan salah satu pasar tradisonal di Kota Jayapura sehingga harus mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah setempat.

"Kalau banjir tentu merugikan pedagang karena tidak ada pembeli dan pembeli juga tidak mau ke pasar karena kotor dan becek. Tentu saja hal ini merugikan masyarakat," katanya.

Untuk itu, Deda menyarankan pemerintah Kota Jayapura agar mempercepat pembangunan Pasar Youtefa yang baru agar menumbuhkan ekonomi masyarakat. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top