Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Ribuan buruh geruduk DPR tolak Omnibus Law dan PHK berdalih pandemi

Papua
Ilustrasi aksi buruh, pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Kelompok massa yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menggelar unjuk rasa di depan Kompleks MPR/DPR menolak pembahasan Rancangan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja.  Mereka bukan hanya menolak pembahasan Omnibus, namun juga menolak pemutusan hubungan kerja (PHK) massal selama pandemi Covid-19.

“Sekitar 1.000 orang dengan dua tuntutan yaitu tolak Omnibus Law dan stop PHK massal dampak Covid-19,” kata Presiden KSPI, Said Iqbal, Rabu (29/7)/2020).

Ribuan buruh geruduk DPR tolak Omnibus Law dan PHK berdalih pandemi 1 i Papua

Baca juga : Buruh Yogya sebut RUU Ciptaker lebih buruk dari zaman kolonial

Yang terabaikan ketika RUU bermasalah tetap dibahas di tengah wabah Covid-19

RUU Perubahan kedua UU Otsus Provinsi Papua tak masuk prioritas Prolegnas 2020

Sekitar pukul 10.15 WIB, massa aksi sudah berkumpul di depan gerbang kompleks parlemen, dengan penjagaan ketat oleh sejumlah aparat.  Massa aksi di depan kompleks DPR/MPR menyebabkan jalan Gatot Subroto arah Semanggi-Palmerah macet sementara. Namun aparat terpantau tak menutup ruas jalan tersebut meski jumlah massa terus bertambah.

Loading...
;

Sedangkan anggota DPR saat ini masih menjalani masa reses, terhitung sejak 17 Juli hingga 13 Agustus. Meski demikian pembahasan Omnibus Law Cipta Kerja tetap berlangsung.

Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR, Achmad Baidowi mengatakan tetap rapat saat reses karena ingin memanfaatkan waktu yang ada untuk membahas RUU inisiatif pemerintahan Presiden Jokowi itu.

Menurut dia, menggelar rapat saat masa reses tak masalah. “Baleg juga telah mengantongi izin dari Pimpinan DPR untuk melakukan pembahasan RUU Ciptaker saat reses,” kata Baidowi.

Menurut dia, tak hanya Baleg yang mengantongi izin menggelar rapat saat reses, banyak juga alat kelengkapan dewan (AKD) yang menggelar rapat-rapat ketika reses. “Pembahasan di masa reses yang terpenting dapat izin dari pimpinan,”  katanya. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top