Ribuan ikan hasil tangkapan nelayan Distrik Waan terpaksa dibuang

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Merauke, Jubi – Ribuan ikan hasil tangkapan nelayan di Distrik Waan Kabupaten Merauke terpaksa dibuang atau dikuburkan karena sulit dipasarkan dan keterbatasan tempat penampungan. Nelayan juga tidak bisa membuat ikan asin karena sulit mendapatkan garam.

“Kami hanya mengambil gelembungnya saja. Tidak ada tempat penampungan. Ikannya dibuang atau dikuburkan warga setempat, lantaran jumlahnya ribuan. Jenisnya macam-macam, antara lain kakap dan mubara,” kata Abukasim Maswatu kepada Jubi, Rabu (2/8/2017).

Seorang nelayan Distrik Waan, Abukasim mengatakan setiap hari masyarakat di beberapa kampung di Distrik Waan melepas pukat dan hasil tangkapannya bisa mencapai puluhan ton. Namun ikan-ikan itu sulit dijual.

“Tidak ada yang bisa menampung ikan hasil tangkapan kami. Susah jualnya. Satu satunya jalan, setelah gelembung diambil, ikannya dibuang atau dikuburkan,” katanya.

Abukasim mengatakan tidak tahu seperti apa program Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Merauke. Selama ini tak pernah ada pejabat datang di kampung di Waan untuk melihat hasil tangkapan para nelayan.

“Beberapa waktu lalu saya sempat ke Kabupaten Kaimana dan disana ada perusahan siap membeli.  Mereka mengirim kapalnya mengambil ikan dari masyarakat di Waan. Tapi Cuma sekali saja tak ada kelanjutan sampai sekarang,” katanya.

Loading...
;

Hal serupa disampaikan nelayan lainnya, Sofyan Siregar. Potensi ikan di Distrik sangat melimpah. Persoalan ada di pemasaran dan penyimpanan hasil tangkapan.

“Kami tidak bisa mengeringkan dan membuat ikan asin karena sulit mendapatkan garam,” katanya. (*)

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top