Follow our news chanel

Ribuan imigran Honduras terobos AS

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jakarta, Jubi – Ribuan imigran Honduras melakukan pawai menerobos perbatasan Amerika Serikat melalui Meksiko. Langkah itu dilakukan meski Presiden Donald Trump sudah merilis pernyataan keras agar aksi mereka dihentikan.

"Tidak ada yang akan menghentikan kami setelah semua yang kami lalui," kata Aaron Juarez, seorang imigran  Honduras .

Juarez bersama istri dan bayinya yang ikut serta dalam gelombang imigran dalam karavan. Rata-rata para imigran melarikan diri karena kondisi di Honduras sudah tidak aman. Banyak kelompok yang menguasai wilayah mereka kerap kali melakukan kekerasan secara brutal.

Seorang imigran lain bernama Jaled, mengatakan mereka ingin menyeberang karena tidak ada pekerjaan di Honduras. Di kampung halamannya juga tidak ada pendidikan dan biaya hidup semakin tinggi.

Presiden Honduras, Juan Orlando Hernandez, juga mengakui bahwa masalah sosial menjadi faktor utama gelombang imigran membeludak. Para imigran kemudian memanfaatkan aturan bebas visa ke Guatemala, tempat mereka kemudian melanjutkan perjalanan ke Meksiko sebelum menuju AS.

Otoritas Meksiko berhasil memblokir para imigran di sebuah jembatan perbatasan antara Meksiko dan Guatemala.

Loading...
;

Sekitar seribu imigran termasuk perempuan dan anak-anak masih terdampar di jembatan perbatasan dan berharap dapat memasuki Meksiko secara legal melalui Guatemala. Pihak berwenang Meksiko bersikeras bahwa mereka yang berada di jembatan tersebut harus mengajukan klaim permohonan suaka satu per satu untuk memasuki negara itu.

Sementara itu, karavan yang membawa lebih dari 3 ribu hingga 5 ribu orang bergerak melalui Guatemala pada waktu berbeda-beda.

Presiden Guatemala, Jimmy Morales, mengatakan lebih dari 5 ribu imigran telah memasuki wilayahnya, namun sekitar 2 ribu orang sudah kembali ke rumah.

Seorang pejabat dari Badan Penanggulangan Bencana Nasional Guatemala (CONRED) mengatakan kepada AFP, lebih dari seribu penduduk Honduras telah meninggalkan karavan dan dibawa pulang menggunakan armada bus yang diatur oleh pemerintah Guatemala. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top