Follow our news chanel

Previous
Next

Ribuan karyawan hotel di Lombok Barat dirumahkan

Ilustrasi PHK di Papua - Jubi/Mawel
Ribuan karyawan hotel di Lombok Barat dirumahkan 1 i Papua
Ilustrasi PHK di Papua – Jubi/Mawel

“Menurut data yang dihimpun ada 17 hotel yang mengirimkan data, mereka terpaksa merumahkan para karyawannya karena sepinya okupansi akibat Virus Corona,”

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Mataram, Jubi – Sebanyak 1.316 karyawan dari 17 hotel di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, harus dirumahkan karena sudah tidak ada lagi tamu yang menginap sejak merebaknya virus corona baru atau Covid-19.

“Menurut data yang dihimpun ada 17 hotel yang mengirimkan data, mereka terpaksa merumahkan para karyawannya karena sepinya okupansi akibat Virus Corona,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Barat, Saepul Ahkam, Senin, (6/4/2020).

Baca juga : Kabupaten Jayapura siapkan kamar hotel buat perawat pasien covid-19

Ini alasan sejumlah hotel di Palembang ditutup sementara

Bisnis hotel di Kota Bogor hadapi kondisi terburuk

Loading...
;

Ia juga menyebutkan ada tujuh hotel yang mengambil kebijakan menutup usahanya untuk sementara waktu. “Kebijakan merumahkan karyawan, kata dia, terpaksa diambil oleh manajemen hotel agar mereka bisa bertahan di masa sulit ini,” kata Saepul menambahkan.

Menurut dia, tidak hanya hotel namun  juga usaha hiburan, restoran, dan jasa usaha wisata lainnya, bisa jadi juga mengambil kebijakan yang sama. Ia akan terus berusaha menghimpun data perumahan karyawan sebagai basis data bagi pemerintah untuk penanganan dampak sosial ekonomi dari wabah Covid-19.

“Kami akan komunikasikan ke pemerintah pusat melalui provinsi agar para pekerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif bisa mendapat stimulus program yang mampu membantu mereka dari kesulitan bekerja,” ucap Saepul menjelaskan.

Ia mengatakan, setelah pemerintah mengumumkan perdana kasus Covid-19, kawasan wisata Senggigi yang menjadi primadona wisata di Kabupaten Lombok Barat seperti mati.

“Semua usaha hiburan tidak ada yang buka, restoran pun banyak yang tutup, hanya beberapa restoran kecil dan pedagang kaki lima yang masih buka, tapi tidak melayani makan di tempat,” katanya.

Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Barat belum bisa memastikan apakah akan ada stimulus keringanan bagi mereka yang menjadi wajib pajak dari Pemerintah Kabupaten setempat. Meski diakui sektor pariwisata di daerah itu menjadi salah satu penyumbang pendapatan asli daerah. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top