Follow our news chanel

Halaman Kerjasama
Kampanye 3M
(Memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan)

Jubi Papua

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Author :

papua-hambur-beras-wisuda-stia-merauke
Para dosen STIA Karya Dharma Merauke sedang menghambur beras kepada wisudawan – Jubi/Frans L Kobun

Pandemi Covid-19, ribuan mahasiswa PTS di Papua dan Papua Barat tak kuliah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi – Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XIV Papua dan Papua Barat, Dr. Suriel S. Mofu, S.Pd, M.Ed mengungkapkan akibat pandemi Covid-19, sebanyak 73.772 mahasiswa atau 90,7 persen mahasiswa yang kuliah di perguruan tinggi swasta (PTS) di Papua dan Papua Barat tidak kuliah.

Berdasarkan data di Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XIV, total mahasiswa yang terdaftar kuliah di berbagai perguruan tinggi swasta di dua provinsi itu sebanyak 81.355 orang.

Dari jumlah tersebut, 34.931 mahasiswa mendaftar pada semester genap tahun akademi 2019-2020. Oleh karena pandemi Covid-19, hanya 7.563 atau 9,3 persen mahasiswa melanjutkan kuliah di 65 PT swasta di dua provinsi itu secara online atau daring. Sisanya memilih tidak kuliah.

Hal tersebut disampaikan Mofu dalam sambutannya secara virtual pada wisuda STIA Karya Dharma Merauke, Sabtu (21/11/2020).

Dikatakan, ribuan mahasiswa di Tanah Papua yang tak kuliah ini, merupakan jumlah sangat besar dalam sejarah pendidikan di Tanah Papua.

Dikatakan, alasan ribuan mahasiswa tak kuliah, lantaran akses untuk menggunakan internet serta kelas online tak dapat dilakukan. Karena persoalan mereka tak memiliki handphone, sulitnya jaringan internet, maupun tak ada kuota data yang dimiliki.

“Memang kuota data tersedia, hanya saja tak ada uang untuk membeli. Lalu bisa saja memiliki handphone, namun tak bisa mengakses jaringan internet. Itulah beberapa kendala serta persoalan yang diakibatkan hingga para mahasiswa tidak bisa kuliah,” katanya.

Loading...
;

Baca juga: Penanggulangan pandemi Covid-19 mulai terkendali di Merauke

Ditambahkan, oleh karena persoalan yang sangat serius itu, sehingga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI mengambil langkah dengan pemberian beasiswa kepada mahasiswa tak mampu berupa Kartu Indonesia Pintar Kuliah maupun kuota internet bagi dosen serta mahasiswa.

Salah seorang mahasiswa di PTS Merauke, Yulianus, mengaku sejauh ini tak ada kendala baginya untuk mengikuti proses perkuliahan. Karena telah memiliki handphone yang bisa mengakses jaringan internet, sekaligus mengikuti proses perkuliahan.

“Memang kami lebih suka tatap muka langsung, namun karena korona, sehingga proses perkuliahan terpaksa secara online dilakukan,” ujarnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Scroll to Top