Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Ribuan orang berunjuk rasa di London terkait Kashmir

Ilustrasi protes demontrasi, pixabay.com

Dukungan bagi sebauah kawasan Himalaya yang diperselisihkan kedua negara

Papua No. 1 News Portal | Jubi

London, Jubi – Ribuan orang sebagian banyak di antara mereka mengibarkan bendera Pakistan dan Kashmir, berunjuk rasa di luar Kantor Perwakilan India di London Kamis, (15/8/2019) sebagai dukungan bagi Kashmir, sebauah kawasan Himalaya yang diperselisihkan kedua negara tersebut.

Keputusan India untuk mencabut status khusus bagi bagian Kashmir yang dikuasainya, juga pemutusan komunikasi dan pembatasan mengenai gerakan, menimbulkan kemarahan di Pakistan, yang memutus perdagangan dan hubungan transpor serta mengusir utusan India sebagai bentuk balasan.

Para pemrotes membawa spanduk-spanduk bertuliskan “Kashmir membara”, “Bebaskan Kashmir” dan “Modi: Buatlah Teh Bukan Perang”.

Baca juga : Puluhan orang tewas akibat bus terjun di daerah Kashmir

Pakistan buka kembali penerbangan sipil

Loading...
;

Pakistan rugi Rp 695 miliar akibat menutup wilayah udara

Aksi unjuk rasa juga dilakukan oleh para pendukung India. Polisi memisahkan unjuk rasa itu dari aksi demonstrasi utama.

“Empat orang ditangkap karena membuat keributan, menghalangi polisi dan memiliki senjata tajam,” kata polisi. Sedangkan seorang luka-luka dalam demonstrasi itu.

Sementara itu Perdana Menteri India, Narendra Modi, menyampaikan pidato Hari Kemerdekaan negaranya  dan menyinggung keputusannya mencabut hak-hak khusus Kashmir di antara langkah-langkah yang diambil dalam masa tugasnya yang kedua.

Banyak yang mengikuti unjuk rasa di London datang dari berbagai kota di Inggris dengan menggunakan bus-bus yang dicarter.

“Kami ingin menunjukkan solidaritas dengan saudara-saudara kami di Kashmir,” ujar Amin Tahir, pensiunan dan warga keturunan Kashmir yang datang dari Birmigham dengan menumpang bus.

Ia menjelaskan sejak 1947 Kashmir berjuang merdeka dari India. “Sekarang Modi sudah mengubah hukum dengan paksa untuk menghentikan otonomi Kashmir,” katanya. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca juga artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top