Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Ribuan warga sipil Nduga mengungsi dan masih bertahan di Lanny Jaya

Warga sipil Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua saat menuju Nigiagin yang berbatasan dengan Kabupaten Lanny Jaya, pada 26 Desember 2018. – Jubi/Dok.
Ribuan warga sipil Nduga mengungsi dan masih bertahan di Lanny Jaya 1 i Papua
Warga sipil Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua saat menuju Nigiagin yang berbatasan dengan Kabupaten Lanny Jaya, pada 26 Desember 2018. – Jubi/Dok.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan ribuan pengungsi dari Kabupaten Nduga telah mengungsi ke Kabupaten Lanny Jaya. Selain itu, banyak warga Nduga lainnya mengungsi ke Kabupaten Jayawijaya, Merauke, dan Mimika untuk menghindari konflik bersenjata antara aparat keamanan dan kelompok bersenjata pimpinan Egianus Kogoya.

Hal itu dinyatakan Gubernur Enembe di Jayapura, Kamis (10/10/2019). “[Warga Nduga] lebih banyak [mengungsi] ke Lanny Jaya, karena antara Nduga dan Lanny Jaya sangat dekat dan sudah menjadi hal biasa bagi masyarakat,” kata Gubernur Enembe.

Sejak 2 Desember 2018, ribuan warga sipil Nduga mengungsi demi menghindari konflik bersenjata antara aparat gabungan TNI/Polri dengan kelompok bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat yang dipimpin Egianus Kogoya. Karena takut menjadi korban salah sasaran, para warga sipil dengan masuk ke hutan yang jauh dari permukiman dan pusat pemerintahan, atau mengungsi ke sejumlah kabupaten tetangga. Selama sepuluh bulan terakhir, para warga sipil itu masih bertahan di pengungsian.

Enembe mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya yang berupaya  memberdayakan para warga Nduga yang mengungsi ke Tiom dan berbagai wilayah lain Kabupaten Lanny Jaya. “Kami berterima kasih kepada Pemkab Lanny Jaya atas dukungan-dukungan bagi para pengungsi Nduga,” ujarnya.

Enembe menegaskan langkah Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya untuk membantu para warga Kabupaten Nduga yang mengungsi itu tepat. “Kami harap semua pemerintah kabupaten di sekitarnya juga melakukan hal yang sama,” katanya.

Enembe menekakan jika para pengungsi Nduga itu tidak ditangani dengan baik, kondisi para pengungsi akan semakin buruk. Enembe tidak ingin anak-anak para pengungsi Nduga terus terdampak konflik bersenjata, mengalami trauma, atau menyimpan dendam karena terdampak konflik bersenjata.

Loading...
;

Siklus kekerasan di Papua harus diputus, demi mencegah konflik baru di masa mendatang. “Generasi yang lahir dalam pengungsian ini [bisa] lahirkan generasi pemberontak kedua setelah Egianus Kogoya. Kalau masalah ini tidak diselesaikan akan begini terus dari generasi ke generasi,” ujarnya.

Gubernur Enembe berharap setiap generasi Papua lahir  untuk membangun Papua. “Saya sudah bertemu Bupati dan Wakil Bupati Nduga membicarakan hal ini. Dengan kemampuan pemerintah kabupaten setempat, bagaimana bisa mengakomodir seluruh masyarakat disana. Oleh karena itu, APBD yang ada harus dikelola dengan baik,” kata Enembe. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top