Halaman Kerjasama
Kampanye 3M
(Memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan)

Jubi Papua

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Author :

Papua
Bangunan gedung rawat inap pasien COVID-19 di RSUP Papua Barat- Istimewa

RSUP Papua Barat hampir tak mampu tampung pasien covid-19

Papua No.1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi  – Ruang rawat inap pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Papua Barat hampir tak mampu menampung pasien positif yang membutuhkan penanganan medis.

Direktur RSUP Papua Barat dr. Arnold Tiniap di Manokwari, mengatakan kapasitas ruang rawat inap di RSUP maksimal 100 pasien, sementara jumlah pasien yang dirawat sudah mencapai 77 orang.

“43 pasien atau 50 persen lebih dari 77 pasien dengan gejala sedang hingga berat, penahanan gejala ini membutuhkan oxygen,” tutur Arnold Tiniap, Jumat (2/7/2021).

Ia mengatakan 77 pasien yang dirawat di RSUP Papua Barat saat ini telah melewati capaian tertinggi sebelumnya di bulan Januari dengan 75 pasien.

“Ini lonjakan yang luar biasa, karena di awal bulan kemarin (Juni) sempat kita merawat hanya 3 pasien saja,” kata Arnold Tiniap.

Ia menekankan bahwa kondisi ini tidak bisa dianggap biasa-biasa saja, tapi sudah sangat mengancam, sehingga dibutuhkan kerjasama semua pihak termasuk masyarakat untuk bersama mengendalikan wabah virus Corona.

“Dengan keterbatasan daya tampung pasien, jumlah tenaga kesehatan, suplay oxygen serta ketersediaan obat-obatan, saya minta kita semua membatasi ego kita yang mau menang sendiri, untuk mengambil tanggung jawab bersama mengendalikan ancaman wabah yang sudah di depan mata,” ujar Arnold Tiniap.

Loading...
;

Ia berujar, jika semua pasien positif tanpa gejala (OTG) atau hanya bergejala ringan, bisa menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

“Tetapi kalau sudah bergejala sedang apalagi berat, yang membutuhkan oksigen, mutlak harus dirawat di fasilitas kesehatan Rumah Sakit,” kata Tiniap.

Tiniap mengatakan kasus aktif Papua Barat hingga 2 Juli sebanyak 1.495 orang dengan jumlah kasus positif konfirmasi mencapai 11.191 orang dari 13 kabupaten dan kota di provinsi ini.

Selain RUSP Papua Barat, Tiniap menyampaikan bahwa RS Manokwari dan RS Sele Be Solu kota Sorong pun telah mengkonfirmasi bahwa fasilitas rawat inap pasien COVID-19 kedua RS ini sudah penuh.

“Kami terus mengimbau agar masyarakat taat protokol kesehatan, terutama memakai masker ketika berada di luar rumah. Ingat, bahwa hanya kita sendiri yang bisa selamatkan diri kita, bukan orang lain,” kata Tiniap.

Selanjutnya Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Otto Parorongan, mengatakan bahwa Pemerintah provinsi Papua Barat segera menerapkan PPKM skala mikro sebagai upaya memutus rantai penyebaran virus Corona.

“Sesuai arahan Gubernur, PPKM skala mikro Papua Barat akan mulai diterapkan pada Senin 5 Juli 2021 hingga 14 hari ke depan,” kata Otto Parorongan. (*)

Editor: Edho Sinaga

Scroll to Top