Rujak segar racikan Nyong Ambon di Sentani

Rujak racikan Edwin Lilwur - Jubi/Yance Wenda.
Rujak segar racikan Nyong Ambon di Sentani 1 i Papua
Pembeli menunggu pesanan rujak racikan Edwin Lilwur, Rabu (13/11/2019) – Jubi/Yance Wenda

Papua No.1 News Portal | Jubi

EKA kerap penasaran saat melintas di Jalan Raya Sentani-Waena, Kabupaten Jayapura. Ada penjual rujak yang selalu ramai dikerumuni pembeli.

Lantaran penasaran, Eka pun mampir dan membeli seporsi rujak. Rasa penasarannya seketika terbalas dengan kesegaran dan kelezatan rujak racikan Edwin Lilwur. Walaupun baru pertama kali mencicipinya, Eka tidak ragu merekomendasikan jualan Edwin sebagai rujak yang layak dicoba konsumen lain.

“Saya belum pernah merasa (mencicipi) jadi coba-coba membeli. Ternyata, rujaknya bisa membuat ketagihan,” kata Eka.

Rujak diracik Edwin dari berbagai jenis buah segar, seperti mangga, timun, kedondong, bengkuang, dan pepaya. Dia terkadang mencampurkan pula jambu air pada rujaknya. Potongan buah-buahan tersebut kemudian digaul bersama sambal berbumbu kacang.

Edwin membanderol rujaknya senilai Rp25 ribu seporsi. Dalam sehari, lelaki asal Kota Mosi di Ambon, Maluku itu bisa menjual hingga 70 porsi rujak.

Lelaki berusia 34 tahun tersebut berjualan bersama isterinya. Mereka menempati sebuah meja kecil yang beratapkan payung warna-warni.

Loading...
;

Aktivitas mereka berjualan dimulai sejak pukul 10.00 Waktu Papua. Sekitar enam kemudian, mereka pun bersiap membereskan kembali dagangan karena ludes terjual.

“Saya biasa mulai mengupas buah (menyiapkan bahan untuk rujak) pada pukul 10.00, dan pulang pukul 16.00. Itu (saat tutup) sudah tidak ada sisanya lagi. Semuanya (bahan rujak) habis terjual,” kata bapak satu anak tersebut.

Rujak racikan Edwin Lilwur - Jubi/
Rujak racikan Edwin Lilwur – Jubi/Yance Wenda.

Edwin dan isteri berjualan rujak sejak tujuh bulan silam. Aneka buah sebagai bahan utama rujak dibeli di Pasar Youtefa, Kota Jayapura.

Tempat berjualan Edwin tidak menyediakan bangku untuk pembeli. Konsumen langsung memesan rujak dalam bentuk bungkusan untuk dibawa pulang.

Tempat Edwin berjualan berada di lokasi strategis. Jaraknya hanya sekitar 2 meter dari jalan utama yang menghubung Sentani dengan Kota Jayapura.

Edwin sebelumnya berjualan rujak di depan Markas Batalion Infanteri 751 Sentani. Lokasi tersebut dianggapnya kurang strategis lantaran terlalu dekat dengan jalan raya sehingga pembeli sulit memarkirkan kendaraan.

Edwin sekitar pekan lalu menggeser lapak jualan ke lokasi yang sekarang, yakni di samping Kantor Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Sentani. Jaraknya sekitar 1 kilometer.

Usaha berjualan rujak mendatangkan keuntungan sebesar Rp1,5 juta hingga Rp2,1 juta sehari bagi Erwin dan isteri. Pendapatan mereka sering pula melonjak lantaran meningkatnya jumlah pembeli dan melimpahnya persedian buah di pasaran.

“Paling ramai (pembeli) itu pada saat (cuaca) panas. Orang baru pulang kerja ramai yang membeli,” ujar Edwin.  (*)

 

Editor: Aries Munandar

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top