Follow our news chanel

Previous
Next

Rumah kursus Bahasa Inggris bernuansa Suku Maori dan Waropen 

 

Rumah kursus Bahasa Inggris bernuansa Suku Maori dan Waropen  1 i Papua
Aktivitas di Lembaga Kursus Bahasa Inggris “Tangata Language House”- Jubi/Jean Bisay

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nuansa Papua khas Waropen begitu terasa saat memasuki lantai satu rumah kursus Bahasa Inggris “Tangata Language House”.

Searah menuju ke belakang dari ruang kantor depan (‘front office’) di ruang lobi utama, terpampang di tembok sebelah kanan sejumlah foto tokoh Papua.

Ada Abraham George Tanati, seorang pensiunan pegawai negeri sipil yang dulu seorang pelaut.

Ada juga Maria Agaki dan Rahel Helena Imbenai, ibu rumah tangga. Irwan Djon Woisiri, pensiun pegawai negeri dan John Aibini Ramandey, purnawirawan polisi.

Mereka orang-orang hebat yang berperan dan berjasa mendirikan “Tangata Language Course”.

Loading...
;

Tangata menempati sebuah ruko di pusat perekonomian Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Papua. Lembaga kursus ini tampil beda dengan menawarkan metode kursus Bahasa Inggris yang menyenangkan dan bernuansa kekeluargaan.

Tampak depan bangunan tertulis “Tangata” berwarna hitam berpadu emas, ini memiliki arti dan makna filosofis menggambarkan kalau Tangata dimiliki dan dikelola oleh anak asli Papua.

“Di mana Tanah Papua ini penuh dengan emas dan warna hitam itu identik dengan warna kulit orang asli Papua,” kata Wella Saroy, manajer operasional Tangata Language Course, Jumat, 21 Februari 2020.

Rumah kursus Bahasa Inggris bernuansa Suku Maori dan Waropen  2 i Papua

Masuk pintu utama di lantai satu kita langsung berhadapan dengan sebuah lambang atau motif yang melekat dengan tulisan Tangata, khusus ditujukan kepada Marveyz Ayomi.

Marveys adalah Chief Executive Officer (CEO) Tangata. Ia putra asli Papua yang merantau dan hidup sejak remaja di Selandia Baru (New Zealand).

Lambang itu merupakan penghargaan dari suku Maori, penduduk asli Selandia Baru yang dibuat dalam bentuk tato.

“Kebetulan kaka Marveys kurang suka dibuat tato sehingga lambang itu menjadi wajah dari Tangata,” katanya.

Lambang itu dibuat orang asli Maori khusus buat Marveys sebagai gambaran Marveys.

Saroy mengatakan “Tangata” bahasa asli Maori yang artinya “orang-orang”, karena itu dipilih menjadi nama sebuah rumah atau tempat kursus Bahasa Inggris.

“Supaya mengajak semua orang Papua maupun siapa saja bisa datang belajar dan menimba ilmu bahasa asing di Tangata dengan moto rumah tempat kita belajar bahasa,” ujarnya.

Tangata adalah institusi pendidikan di bawah naungan Yayasan Konatinainio yang berbadan hukum di Jayapura. Konatinainio adalah bahasa Waropen berarti ‘berbagai bahasa mempunyai arti yang sama’.

“Sungguh sebuah kehormatan bagi saya dan keluarga besar Yayasan Konatinainio untuk menghayati panggilan melayani masyarakat Papua,” kata Direktur Tangata Language House Carolina Marani.

Mempelajari bahasa lain, kata Marani, akan sangat membantu dan menolong seseorang bersosialisasi lebih baik dengan sesama dan memperluas wawasan dengan berbagai informasi yang tidak bisa didapatkan dengan hanya memahami satu bahasa.

Di era globalisasi dan keterbukaan informasi ini, kemampuan berbahasa Inggris yang memadai akan menjadi sebuah aset yang sangat vital.

Saroy menjelaskan program Bahasa Inggris yang ditawarkan atau diajarkan di Tangata adalah ‘General English’ atau Bahasa Inggris umum untuk anak usia 6-12 tahun atau siswa SD. Juga usia 12-15 tahun untuk siswa SMP.

Program bahasa Inggris umum kategori usia 6-12 tahun 40 jam setiap level atau kurang lebih 20 minggu dengan pertemuan 2×60 menit setiap minggu.

“Fitur pembelajaran meliputi foto-foto dari seluruh penjuru dunia untuk meningkatkan rasa ingin tahu anak,” katanya.

Pelajaran fokus pada bahasa fungsional dan pengucapan (‘pronunciation’) yang tepat. Kemudian menonton video dan dokumenter untuk meningkatkan wawasan dan kemampuan menyimak anak.

Selain itu ada aktivitas kolaboratif untuk meningkatkan kemampuan bekerja sama serta cerita petualangan yang menghibur dan memberikan pesan moral. Terakhir dilakukan tes secara berkala untuk mengetahui perkembangan anak.

Untuk kategori usia 12-16 atau kelompok SMP waktu pembelajaran 60 jam setiap level (± 20 minggu) dengan 2×90 menit setiap minggu.

Program pembelajaran menantang dan menginspirasi siswa dengan topik-topik yang menarik. Kemudianmeningkatkan kemampuan berpikir kritis dalam berdiskusi dan memecahkan masalah.

Tujuan pelajaran untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa mengekspresikan pendapat.

“Siswa dibimbing untuk berkomunikasi dengan Bahasa Inggris aktif secara lisan dan tulisan,” katanya.

Rumah kursus Bahasa Inggris bernuansa Suku Maori dan Waropen  3 i Papua
Aktivitas di Lembaga Kursus Bahasa Inggris “Tangata Language House”- Jubi/Jean Bisay

Sedangkan untuk kategori ‘Exam Preparation’ (IELTS/TOEFL) atau kelas persiapan ujian dengan durasi waktu kursus 60-75 jam setiap level (± 20-25 minggu) atau 2×90 menit setiap minggu.

Kelas IELTS (International English Language Testing System) diperlukan sebagai syarat untuk bekerja atau masuk ke universitas-universitas di Inggris, Australia, Kanada, dan Selandia Baru.

Sedangkan TOEFL (Test of English as a Foreign Language) adalah tes untuk menilai kemampuan Bahasa Inggris kandidat yang ingin belajar di universitas dengan Bahasa Inggris sebagai bahasa utama. Di Indonesia, TOEFL seringkali digunakan sebagai test wajib bagi mahasiswa sebelum mereka lulus.

Selain itu ada program On-Demamnd atau program bahasa Inggris sesuai permintaan. Business English atau kelas khusus untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan bahasa Inggris yang dipakai dalam dunia bisnis.

“Kemudian English for Specific Purposes atau kelas Bahasa Inggris yang dirancang sesuai dengan kebutuhan bidang ilmu dan profesi seperti finansial, legal, medis, pariwisata, jurnalis dan lain-lain,” katanya. (*)

Editor: Syofiardi

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top