TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

Rusia dan Cina hari ini diagendakan pembicaraan sikap agresif AS dan NATO

Diplomasi, Papua, Ukraina
Ilustrasi diplomasi, pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Moskow, Jubi – Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Cina Xi Jinping diagendakan pembicaraan ketegangan di Eropa serta sikap “agresif” Amerika Serikat dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

“Pembicaraan itu akan dilakukan melalui saluran video pada Rabu (15/12/2021),” tulis pernyataan kantor presiden Rusia, dikutip Antara dari Reuters, Rabu, (15/12/2021).

Baca juga : AS gagal uji coba senjata hipersonik bagaimana dengan Cina dan Rusia
Sengketa wilayah dengan Jepang Rusia kerahkan sistem rudal
Rusia pasok rudal ke India meski terancam sanksi

Pembicaraan antara Xi dan Putin itu akan berlangsung pada saat kedua negara sedang menghadapi ketegangan hubungan dengan negara-negara Barat. Sedangkan pemerintah Cina sedang berada di bawah tekanan terkait praktik hak asasi manusia, sementara pemerintah Rusia mendapat tekanan atas peningkatan keberadaan pasukannya dekat perbatasan dengan Ukraina.

“Situasi hubungan internasional, terutama di benua Eropa, saat ini sedang sangat sangat tegang dan perlu dibahas oleh para sekutu,” kata juru bicara kantor kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov.

Ia merujuk para sekutu itu sebagai Moskow dan Beijing.”Kami lihat retorika dari pihak NATO dan AS sangat sangat agresif, dan ini perlu dibahas antara kami dan Cina,” katanya.

Rusia telah mengembangkan hubungan yang lebih erat dengan Cina pada saat hubungannya dengan Barat memburuk. Putin telah menggunakan kemitraan dengan Cina itu sebagai jalan untuk menyeimbangkan pengaruh AS sambil membuat berbagai kesepakatan yang sangat menguntungkan, terutama di bidang energi.

Putin dan Xi tahun ini sudah sepakat untuk memperpanjang masa 20 tahun perjanjian kemitraan dan kerja sama.

Peskov mengatakan kedua pemimpin itu akan berdiskusi secara panjang lebar. Di antara agenda yang akan dibahas adalah energi, perdagangan, dan investasi. Pembicaraan Putin-Xi akan berlangsung delapan hari setelah Putin dan Presiden AS Joe Biden melakukan pertemuan secara virtual. Dalam pertemuan itu, Biden memperingatkan Putin agar tidak mencaplok Ukraina.

Putin, sementara itu, mengatakan kepada Biden bahwa Rusia perlu mendapat jaminan keamanan dari Barat yang mengikat secara hukum. (*)

Editor : Edi Faisol

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us