Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Rusia lengkapi senjata nuklir hipersonik dan pesawat nirawak angkatan laut

kapal perang, papua
Ilustrasi, skeeze/pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan kemampuan tempur angkatan laut mereka sedang tumbuh. Kekuatan sektor laut tentara di negaranya itu akan dilengkapi senjata nuklir hipersonik dan pesawat nirawak atau drone nuklir bawah laut. Tak hanya itu, Rusia telah membeli 40 kapal baru untuk menambah armada angkatan lautnya tahun ini.

“Penyebaran luas teknologi digital canggih yang tidak ada tandingannya di dunia, termasuk sistem serangan hipersonik dan drone bawah air akan menambah keunggulan armada dan peningkatan kemampuan tempur,” ujar Putin saat berbicara dalam parade angkatan laut tahunan di St. Petersburg, Minggu (26/7/2020) kemarin.

Baca juga : Perangi virus corona, Rusia kirim pasokan medis bantu AS 

Jerman dan Prancis desak Rusia hentikan konflik di Suriah 

Krisis Timur Tengah bakal jadi bahan pembicaraan Putin dan Merkel

Meski Putin tidak merinci kapan senjata hipersonik tersebut resmi dioperasikan angkatan bersenjatanya. Namun, ia menekankan kepemilikan senjata nuklir hipersonik dan drone bawah laut itu akan terjadi dalam waktu dekat.

Loading...
;

Putin berulang kali menyatakan tidak menginginkan perlombaan senjata dengan negara besar. Namun, ia sering mengungkap rencana Rusia mengembangkan generasi baru senjata nuklir dengan keunggulan hipersonik. Bahkan ia mengklaim teknologi senjata hipersonik Rusia tidak ada tandingannya dan dapat menjangkau target di hampir setiap titik di dunia.

Beberapa senjata yang kerap disebut-sebut Putin adalah drone Poseidon yang dirancang untuk melengkapi persenjataan kapal selam dan rudal jelajah hipersonik Tsirkon (Zirkon). Kedua senjata itu hingga kini belum dikerahkan Rusia secara resmi.

Kombinasi kecepatan, kemampuan bermanuver, dan ketinggian jangkauan rudal hipersonik yang mampu melaju lima kali kecepatan suara membuat senjata tersebut sulit dilacak dan disadap.

Meski begitu, sejumlah ahli pertahanan negara Barat masih mempertanyakan seberapa canggih dan maju teknologi hipersonik Rusia tersebut.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan uji coba kapal selam pertama yang mampu membawa drone bawah laut Poseidon, Belgorod, sedang berlangsung. Pengujian sistem senjata pada kapal selam itu juga hampir selesai.

“Tugas-tugas telah berhasil diselesaikan untuk menciptakan sistem senjata modern bagi Angkatan Laut Rusia,” kata Kemhan Rusia seperti dikutip Hindustan Times. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

 

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top