Rusia serukan bantuan internasional untuk Afghanistan

papua
Ilustrasi, pixabay.com

Papua No.1 News Portal | Jubi

Moskow, Jubi  – Pemerintah Rusia menyerukan dunia agar ada bantuan untuk Afghanistan. Pernyataan itu disampaikan pada Rabu (20/10/2021) kemarin saat Moskow menjadi tuan rumah bagi Taliban dalam penyelenggaraan sebuah konferensi internasional.

Pada saat yang sama, Rusia menyesali keputusan Amerika Serikat untuk menjauh. “Kami yakin bahwa inilah saatnya untuk memobilisasi sumber daya masyarakat internasional untuk memberikan Kabul dukungan kemanusiaan finansial yang efektif, termasuk untuk mencegah krisis kemanusiaan dan mengurangi arus migrasi,” kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, dikutip dari Antara.

Pernyataan itu disampaikan Lavrov kepada wartawan sebelum pembicaraan dengan Taliban serta para pejabat Cina dan Pakistan dimulai.

Inisiatif Rusia dalam menjadi tuan rumah pembicaraan dan menggalang bantuan untuk Afghanistan adalah bagian dari upayanya untuk meningkatkan pengaruhnya di kawasan itu setelah Amerika Serikat menarik pasukannya dari Afghanistan dan Taliban merebut kekuasaan pada Agustus.

Baca juga :  Utusan khusus Rusia undang Taliban ke pertemuan internasional tentang Afghanistan
KTT G20 bahas krisis kemanusiaan Afghanistan
Taliban kuasai Afghanistan, tak punya Wakil berpidato di sidang umum PBB

Lavrov mengatakan dia menyesali ketidakhadiran Amerika Serikat dalam konferensi tersebut. Sedangkan Washington tidak menghadiri pertemuan di Moskow itu atas alasan teknis tetapi mengatakan pihaknya berencana untuk bergabung dalam pembicaraan serupa pada masa depan.

Loading...
;

Moskow terutama mengkhawatirkan risiko ketidakstabilan di negara-negara bekas Soviet di Asia Tengah. Pemerintah Rusia juga mengkhawatirkan kemungkinan arus migran dan aktivitas kelompok militan yang diarahkan dari Afghanistan.

“Kami menyeru gerakan Taliban, dan kami mendiskusikan ini dengan delegasi terhormat mereka … agar mencegah  Afghanistan digunakan sebagai wilayah untuk menyerbu negara-negara ketiga, khususnya negara tetangga,” kata Lavrov menjelaskan.

Tercatat negara Rusia berperang di Afghanistan pada 1980-an serta memiliki hubungan militer dan politik yang erat dengan negara-negara bekas Soviet di Asia Tengah yang berbatasan dengan Afghanistan. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top