Follow our news chanel

Previous
Next

Rusuh Wamena dan pemulihan

Konflik wamena, Papua
Salah satu topi pelajar yang melakukan demonstrasi antirasis di depan kantor Bupati Jayawijaya tertinggal begitu saja. -Jubi/Vembri Waluyas
Rusuh Wamena dan pemulihan 1 i Papua
Salah satu topi sekolah milik pelajar yang melakukan demonstrasi antirasis di depan kantor Bupati Jayawijaya tertinggal begitu saja di halaman. -Jubi/Vembri Waluyas

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Oleh Islami Adisubrata (Refleksi akhir tahun 2019 Jayawijaya)

BANYAK masyarakat di Kabupaten Jayawijaya khususnya Kota Wamena, seakan-akan tidak percaya jika pada 23 September 2019 menjadi hari yang sangat menyedihkan dan meninggalkan bekas mendalam, karena pada hari itu terjadi kerusuhan yang diawali aksi demonstrasi para pelajar di Wamena.

Kejadian itu berawal dari dugaan perkataan rasisme yang dilakukan seorang oknum guru di salah satu sekolah di Wamena, kemudian membuat aksi para pelajar tak terbendung, meski sebelumnya pada 23 September 2019, telah diupayakan diselesaikan pihak sekolah.

Akibat dari rusuh Wamena, tercatat sebanyak 403 ruko rusak dan terbakar ditambah gedung perkantoran, sedangkan jumlah korban meninggal sesuai data pemerintah daerah terdiri dari 33 orang.

Sebulan setelah itu Wamena dan sekitarnya mulai menata kembali puing-puing bangunan yang terbakar, meski secara psikologis masyarakatnya masih trauma. Banyak masyarakat yang memilih untuk keluar dari Wamena, baik warga non-Papua maupun Orang Asli Papua (OAP) yang kembali ke kampung mereka masing-masing.

Kejadian ini menyita perhatian semua pihak termasuk pemerintah pusat. Diawali kunjungan Gubernur Papua, Lukas Enembe, bersama rombongan dari provinsi, tiga hari setelah kejadian. Lalu pada 28 Oktober 2019, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkunjung ke Wamena untuk melihat situasi pascarusuh. Pembangunan Pasar Wouma yang turut terbakar menjadi perhatian utama Jokowi saat itu, dimana presiden memerintahkan dalam waktu dua pekan rehabilitas pasar tersebut harus rampung.

Loading...
;

Pasar Wouma ini merupakan tempat masyarakat menjual produk pertanian, baik sayuran maupun buah-buahan dan barang logistik lainnya, sehingga perlu tindakan cepat untuk memperbaikinya.

“Kami berikan prioritas dengan target dua minggu rampung, dikerjakan oleh TNI agar bisa dipakai kembali, sehingga kegiatan ekonomi kembali pulih,” kata Jokowi di Wouma kala itu.

Bukan hanya sektor ekonomi warga yang terganggu, pendidikan di Wamena dan dua distrik lainnya yang terdampak rusuh juga terkena imbas. Dalam kurun waktu dua minggu pascarusuh, sekolah belum dibuka. Kendati pada akhir September, Bupati Jayawijaya John Richard Banua memerintahkan Dinas Pendidikan setempat untuk segera membuka setiap sekolah, namun baru pada 7 Oktober 2019 sekolah-sekolah resmi dibuka kembali untuk melakukan proses belajar mengajar.

Meski belum 100 persen dihadiri siswa-siswi di setiap sekolah, namun hal itu setidaknya menjadi tanda dimulainya proses belajar mengajar, karena setiap siswa akan menjalani ujian akhir semester pada akhir November 2019.

Dinas Pendidikan Jayawijaya akhirnya harus melaksanakan ujian akhir semester mendahului agenda nasional. Pada 18 November 2019 seluruh sekolah di Jayawijaya melaksanakan ujian meski belum diikuti seluruh siswa di setiap sekolah.

“Hal ini lebih didasari kesepakatan bersama pemerintah daerah dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA/SMK se-Jayawijaya, sehingga ujian dilaksanakan mulai 18 November 2019,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan, Bambang Budiandoyo kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (18/11/2019).

Menurutnya, pertimbangan ujian dilakukan lebih awal karena ada beberapa hal yang harus diselesaikan para guru, terutama karena kondisi semenjak kerusuhan Wamena, pihak sekolah kesulitan mengumpulkan data siswa baik yang masih ada maupun yang sudah keluar dari Wamena tanpa keterangan, atau berstatus penitipan, hingga yang keluar karena mutasi resmi.

Dari data akhir Dinas Pendidikan Jayawijaya, sampai ujian akhir semester selesai, dari total 16.071 siswa mulai dari SD hingga SMA/SMK, yang mengikuti ujian hanya 9.417 siswa sedangkan yang tidak ikut ujian sebanyak 6.654 siswa.

Ada beberapa kemungkinan sehingga banyak siswa yang tidak ikut ujian, pertama para siswa dalam status penitipan di luar Jayawijaya yang nantinya saat kembali mereka akan menyampaikan nilai dari hasil ujian akhir semester, saat bersekolah di penitipan.

Selain itu, ada siswa yang sudah pindah tetapi belum melapor ke dinas, ada juga yang memang tidak ikut ujian dan mengikuti ulangan penilaian akhir semester susulan pada Januari 2020.

“Dari data dinas ada beberapa sekolah tidak melaksanakan PAS, karena memang rencananya akan dilaksanakan PAS di Januari nanti, ada satu SD dan satu SMA serta satu SMK. Sebagian besar, dinas sudah menerima nilai dari sekolah penitipan, hanya memang dilakukan validasi untuk dimasukkan dalam data pokok pendidikan,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan Jayawijaya, Bambang Budiandoyo.

Perkantoran mulai dibangun

Di momentum HUT Kota Wamena pada 10 Desember 2019, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya mulai melakukan pembongkaran kantor bupati, untuk segera dibangun kembali menggunakan anggaran 2020.

Pembangunan kantor bupati ini akan dibangun menjadi tiga lantai, yang akan dilakukan selama dua tahun anggaran pada 2020-2021, diperkirakan menelan dana Rp 200 miliar.

“Kita akan bangun dua tahap, awal pembangunan di 2020 dan 2021 yang semuanya bersumber dari APBD Jayawijaya dan juga bantuan dari Gubernur Papua,” kata Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua, kala itu.

Ia menyebut pembangunan kembali kantor bupati melalui pelelangan. “Akan dilelang karena kita tahu kondisi kantor ini tidak bisa kita kerja sepotong-sepotong, harus benar-benar kontraktor yang punya kemampuan karena pembangunan ini strukturnya tiga lantai, sehingga kita berupaya pembangunan yang benar-benar baik,” katanya.

Meski banyak kendala pascarusuh 23 September 2019, namun pemerintah Jayawijaya bergerak cepat dengan menetapkan APBD 2020 pada 2 Desember 2019 sebesar Rp 1.403.310.310.370 (1,4 triliun rupiah).

Bupati mengatakan fokus APBD 2020 disesuaikan dengan visi misi bupati dan wakil bupati, serta sejumlah pembenahan infrastruktur dari dampak kerusuhan, seperti pembangunan kantor bupati yang diambil dari APBD 2020 ditambah bantuan dari Gubernur Papua.

Pada 16 Desember 2019, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya akhirnya menyerahkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) bagi setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan pemerintah daerah setempat.

Hingga jelang tutup tahun 2019, situasi Jayawijaya semakin pulih, baik dari segi perekonomian dimana saat perayaan Natal kebutuhan pokok masyarakat memadai, sedangkan dari bidang pendidikan akan dilakukan ujian susulan pada Januari nanti, serta pelayanan kesehatan mulai berjalan seperti biasanya. (*)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top