Follow our news chanel

Sajian FBLB 2019 dijamin berbeda dari sebelumnya

Promosi offline Festival Budaya Lembah Balim (FBLB) oleh pemerintah Kabupaten Jayawijaya di Museum Nasional, Jakarta-Jubi/Humas Jayawijaya
Sajian FBLB 2019 dijamin berbeda dari sebelumnya 1 i Papua
Promosi offline Festival Budaya Lembah Balim (FBLB) oleh pemerintah Kabupaten Jayawijaya di Museum Nasional, Jakarta-Jubi/Humas Jayawijaya.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Wamena, Jubi – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melakukan promosi jelang pelaksanaan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke 30 sejak Kamis (20/6/2019) di Museum Nasional, Jakarta. Pemerintah dan penyelenggara memastikan jika sajian FBLB yang akan dilaksanakan 7-9 Agustus 2019 ini, akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Dalam siaran pers humas pemkab Jayawijaya yang diterima Jubi, Sabtu (22/6/2019) saat promosi offline di Jakarta, Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua mengatakan nantinya akan ada lomba menganyam noken dan pembuatan noken terbesar untuk memecahkan rekor Muri.

“Tahun ini iven ini masuk tahun pelaksanaan ke 30, maka akan ada pembuatan noken sepanjang 30 meter,” kata Banua saat puncak promosi offline, Jumat (21/6/2019).

Selain menganyam noken raksasa, pementasan seni tari, pesta adat bakar batu dan berbagai rangkaian acara budaya akan dihadirkan selama pelaksanaan FBLB. Selain itu, pemerintah juga akan membuka beberapa kampung wisata yang nantinya dapat menjadi daya tarik wisatawan yang ingin merasakan sensasi tidur di Honai ala Suku Dani.

“Panitia juga akan memberikan tur gratis di hari terakhir pelaksanaan FBLB. Dimana, kita akan mengajak wisatawan mengunjungi danau Habema yang juga menjadi salah satu destinasi wisata unggulan,” katanya.

Nantinya juga akan dilakukan olahraga paralayang di beberapa titik terjun bagi wisatawan. Wakil Bupati Jayawijaya, Marthin Yogobi mengatakan pelaksanaan FBLB setiap tahunnya ini sebagai upaya untuk mempertahankan budaya leluhur dari Lembah Baliem.

Loading...
;

“Ini merupakan upaya kita melestarikan budaya kita, makanan pokok disana adalah ubi dan itu tidak pernah hilang, hingga kini masyarakat juga masih tetap berkebun,” ujar Yogobi.

Ia pun berharap, FBLB juga dapat menjadi ajang terutama dalam pengembangan ekonomi masyarakat dan juga pelestarian budaya. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top