HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Saksi JPU dalam kasus penganiayaan di Biak nyatakan tak berada di TKP

Keluarga besar Rumbiak saat berada di depan Pengadilan Negeri Biak ketika proses persidangan terhadap terdakwa Eduard Rumbiak dan Maleachi Rumbiak - Jubi. Dok PH
Saksi JPU dalam kasus penganiayaan di Biak nyatakan tak berada di TKP 1 i Papua
Keluarga besar Rumbiak saat berada di depan Pengadilan Negeri Biak ketika proses persidangan terhadap terdakwa Eduard Rumbiak dan Maleachi Rumbiak – Jubi. Dok PH

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus penganiayaan di Kabupaten Biak Numfor, dengan terdakwa Maleachi Rumbiak dan Eduard Rumbiak menyatakan tidak dapat memastikan apakah kedua terdakwa ikut melakukan penganiyaan atau tidak, karena ia tidak berada di tempat kejadian perkara (TKP) saat penganiyaan dilakukan terdakwa lainnya Septinus Rumbiak pertengahan tahun lalu.

Kesaksian saksi itu disampaikan saat persidangan lanjutan terhadap terdakwa Eduard Rumbiak dan Maleachi Rumbiak di Pengadilan Negeri Biak Numfor dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari JPU, Selasa (28/1/2020).

Saksi JPU dalam kasus penganiayaan di Biak nyatakan tak berada di TKP 2 i Papua

Penasihat hukum (PH) terdakwa, Imanuel Rumayom mengatakan dari keterangan saksi baik dalam persidangan terdakwa Septinus Rumbiak maupun terdakwa Eduard Rumbiak dan Maleachi Rumbiak, pihaknya dapat menyimpulkan jika Eduard Rumbiak dan Maleachi Rumbiak yang berkas perkaranya terpisah dari terdakwa Septinus Rumbiak, hanyalah korban ketidak adilan dalam proses penegakan hukum.

“Kami PH dan pihak keluarga menilai Eduard Rumbiak dan Maleachi Rumbiak hanya korban kriminalisasi yang dilakukan oleh penyidik kepolisian yang menangani kasus ini sebelum sampai ke Pengadilan,” kata Imanuel Rumayom saat menghubungi Jubi melalui telepon seluler, Selasa (28/1/2020).

Menurutnya, dari proses persidangan terhadap terdakwa Septinus Rumbiak juga Eduard Rumbiak dan Maleachi Rumbiak, pihaknya menyimpulkan jika sebenarnya JPU tidak punya cukup saksi untuk membuktikan Eduard Rumbiak dan Maleachi Rumbiak terlibat penginiayaan yang dilakukan terdakwa Septinus Rumbiak.

Misalnya saja saat JPU menghadirkan saksi dalam persidangan Septinus Rumbiak beberapa hari lalu. Dalam kesaksiannya, saksi JPU itu menyatakan  penganiayaan dilakukan Septinus Rumbiak seorang diri. Sementara terdakwa Eduard Rumbiak dan Maleachi Rumbiak tidak ada di lokasi saat kejadian. Keduanya baru tiba di TKP setelah kejadian pemukulan.

“Berbagai fakta yang terungkap dari kesaksian para saksi dalam proses persidangan inilah yang makin menguatkan kami dan pihak keluarga kalau Eduard Rumbiak dan Maleachi Rumbiak korban kriminalisasi,” ujarnya.

Katanya, hal ini juga yang membuat keluarga besar marga Rumbiak selalu hadir dalam setiap persidangan untuk memantau dan mengawasi proses persidangan.
Salah satu keluarga para terdakwa, Albert Rumbiak mengatakan pihaknya berharap majelis hakim Pengadilan Negeri Biak dapat arif dan bijaksana memutus perkara ini agar lembaga-lembaga negara ini dapat dipercaya oleh masyarakat.

“Kami minta hakim Pengadilan negeri Biak objektif dan memutus bebas Eduard Rumbiak dan Maleachi Rumbiak karena fakta-fakta persidangan menyatakan keduanya tidak terlibat melakukan penganiayaan,” kata Alberth Rumbiak.

Menurutnya, pihak kekuarga terdakwa juga telah melaporkan dugaan kriminalisasi terhadap para terdakwa kepada Mabes Polri, Kompolnas, Ombudsman RI, DPR RI dan DPD RI. (*)

Editor: Edho Sinaga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top