HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Saksi sebut unjuk rasa di Amban bukan dari KNPB

Sidang tiga mahasiswa di PN Manokwari. Para terdakwa mengikuti sidang melalui teleconfrence. (Jubi/Hans Arnold Kapisa).
Saksi sebut unjuk rasa di Amban bukan dari KNPB 1 i Papua
Sidang tiga mahasiswa di PN Manokwari. Para terdakwa mengikuti sidang melalui teleconfrence. (Jubi/Hans Arnold Kapisa).

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi – JPU Kejaksaan Negeri Manokwari  menghadirkan mantan anggota DPRD Manokwari berinisial TK dan oknum Anggota MRPB berinisial WAR untuk memberikan kesaksian dalam sidang terdakwa tiga mahasiswa, Erik Aliknoe, Pende Mirin dan Yunus Aliknoe di Pengadilan Negeri Manokwari, Kamis (2/4/2020).

Proses persidangan kali ini, tiga terdakwa Mahasiswa tidak dihadirkan secara fisik, namun melakukan komunikasi jarak jauh (teleconference) dengan ketua Majelis Hakim bersama peserta sidang lainnya, menggunakan sarana telekomunikasi.

Saksi sebut unjuk rasa di Amban bukan dari KNPB 2 i Papua

Dalam persidangan, saksi TK mantan anggota DPRD Manokwari mengatakan bahwa unjuk rasa yang digelar pada tanggal 3 September 2019 di Jalan Gunung Salju Amban, adalah aksi protes terhadap ujaran rasisme yang murni dilakukan oleh masyarakat asli Papua, bukan dari kelompok tertentu.

“Saya perlu tegaskan, bahwa unjuk rasa 3 September itu murni dari rakyat Papua yang menolak ujaran rasis. Bukan dari kelompok KNPB”, ujar TK dihadapan majelis hakim.

Pada sidang terbuka itu, TK terang-terangan mengatakan bahwa saat diminta menandatangani Berita Acara Pemeriksaan (BAP) oleh Penyidik Polisi, dia sempat mencoret kalimat yang memuat tentang keterlibatan KNPB di dalam BAP-nya saat itu.

“Mohon izin yang mulia, perlu saya luruskan bahwa saat saya diminta untuk tandatangani BAP oleh penyidik Polisi, saya sudah mencoret kalimat tentang keterlibatan KNPB dalam BAP saya. Saya coret pakai bolpoint,” ujar TK.

Diapun tak menampik, bahwa dalam aksi unjuk rasa di Amban, ada pengibaran dua buah bendera bintang kejora namun tidak melihat siapa pelakunya.

“Saya juga hadir saat aksi 3 September sebagai senior Mahasiswa di Unipa, tapi hanya sebatas menyaksikan, bukan terlibat aktif. Benar, ada dua BK yang dikibarkan, tapi tidak terlihat jelas siapa oknum yang mengibarkan.

Bahkan lanjut TK, kelompok pengunjuk rasa berada dalam satu barisan sementara arah lemparan ke aparat berasal dari luar barisan pengunjuk rasa,” ujarnya.

Sementara, kesaksian WAR anggota MRPB, terkait dengan agenda rapat yang digelar pada tanggal 30 Agustus 2019 di gedung serba guna salah satu Gereja di Manokwari.

“Agenda rapat itu sesuai dengan tugas saya sebagai ketua Pokja Adat di MRPB untuk menjaring aspirasi masyarakat dengan tujuan pembentukan tim untuk berdialog dengan Presiden,”ujarnya.

Saksi WAR menyatakan, bahwa agenda rapat yang dipimpinnya saat itu tidak dilanjutkan atau tidak ada hasil yang disepakati karena masyarakat menolak rencana pembentukan tim dialog yang diusulkannya.

Bahkan, diapun menyatakan jika, rapat yang digelar itu sama sekali tidak ada hubungan dengan rencana unjuk rasa pada tanggal 3 September 2019.

“Hasil rapat tidak ada, karena aspirasi perwakilan masyarakat saat itu menolak dibentuknya tim untuk agenda dialog dengan Presiden. Saya juga tegaskan, bahwa rapat saat itu tidak berhubungan dengan aksi unjuk rasa pada 3 September 2019,” ujarnya.

Sementara, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Benoni A.Kombado, hanya membacakan kesaksian tertulis dari dua anggota Polisi berinial RDC dan RFK yang saat ini telah berpindah tugas di luar wilayah hukum Pengadilan Negeri Manokwari.

Untuk agenda sidang selanjutnya, JPU akan hadirkan tiga saksi ahli untuk memperkuat dakwaan JPU terhadap tiga terdakwa.

Ketua Majelis Hakim, Sonny A.B.Loemory selanjutnya menunda sidang tersebut untuk dilanjutkan pada hari Selasa 7 April 2020. Penundaan sidang tersebut oleh Hakim setelah keterangan para saksi diterima oleh tiga terdakwa dan tim kuasa hukumnya yakni Yan Christian Warinussy. (*)

Editor: Edho Sinaga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pengumuman Lagu
"Tanah Papua"

Sehubungan dengan akan dilakukannya pendaftaran lagu “Tanah Papua” yang diciptakan oleh Bapak Yance Rumbino pada Direktorat kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, untuk itu disampaikan kepada seluruh pihak masyarakat yang mengklaim sebagai pencipta lagu “Tanah Papua”, diberi kesempatan untuk mengajukan klaim atau sanggahan lagu tersebut.