HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Saksi tak penuhi panggilan JPU, sidang Sayang Mandabayan ditunda

Kantor Pengadilan Negeri Manokwari. Agenda sidang lanjutan Sayang Mandabayan ditunda karena 15 saksi tak hadir. (Jubi/Hans Arnold Kapisa).
Saksi tak penuhi panggilan JPU, sidang Sayang Mandabayan ditunda 1 i Papua
Kantor Pengadilan Negeri Manokwari. Agenda sidang lanjutan Sayang Mandabayan ditunda karena 15 saksi tak hadir. (Jubi/Hans Arnold Kapisa).

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi – Sebanyak 15 orang saksi tidak memenuhi panggilan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Manokwari dipersidangan terdakwa Sayang Mandabayan, di pengadilan negeri Manokwari, Kamis (12/3/2020).

Benoni A.Kombado, JPU Kejaksaan Negeri Manokwari, mengatakan pemanggilan terhadap 15 orang saksi telah dilakukan secara patuh. Namun, pada persidangan dengan agenda keterangan saksi, tak satupun hadir.

Saksi tak penuhi panggilan JPU, sidang Sayang Mandabayan ditunda 2 i Papua

“Ini merupakan sidang pertama untuk agenda keterangan saksi, untuk terdakwa Sayang Mandabayan. Tapi tak satupun saksi hadir,” kata Kombado.

Sementara, Faisal M.Kossah, Ketua Majelis Hakim dalam persidangan tersebut menunda sidang hingga tanggal 16 Maret 2020 dengan agenda yang sama, mendengar keterangan saksi yang dihadirkan oleh JPU.

“Sidang kami tunda sampai hari Senin, dengan agenda lanjutan keterangan saksi,” tutup Faisal.

Diketahui, terdakwa Sayang Mandabayan, didakwa dengan pasal Makar oleh JPU. Terdakwa ditangkap petugas keamanan Bandara, pada tanggal 2 September 2019 di Bandar Udara Rendani Manokwari bersama ribuan aksesori Bintang Kejora, tiga rim teks lagu dan kaos bertuliskan kata ‘lawan’. (*)

Loading...
;

Editor: Edho Sinaga

 

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pengumuman Lagu
"Tanah Papua"

Sehubungan dengan akan dilakukannya pendaftaran lagu “Tanah Papua” yang diciptakan oleh Bapak Yance Rumbino pada Direktorat kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, untuk itu disampaikan kepada seluruh pihak masyarakat yang mengklaim sebagai pencipta lagu “Tanah Papua”, diberi kesempatan untuk mengajukan klaim atau sanggahan lagu tersebut.

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa