Follow our news chanel

Sambut PON, siswa SMANKor masih minim fasilitas

Siswa baru sedang mendapat arahan dari Kepala SMANKor Papua Yan Ayomi - Jubi/Agus Pabika
Sambut PON, siswa SMANKor masih minim fasilitas 1 i Papua
Siswa baru sedang mendapat arahan dari Kepala SMANKor Papua Yan Ayomi – Jubi/Agus Pabika

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sebanyak 20 siswa SMAN Khusus Olahraga Papua di Buper, Waena akan ikut berlaga pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) yang digelar di Papua September nanti. Bagi yang berprestasi akan menjadi atlet PON XX. Tapi sekolah mengeluh kurangnnya fasilitas.

SMA Negeri Khusus Olahraga (SMANKor) Papua di Buper, Waena, Kota Jayapura sedang menyiapkan sejumlah siswanya untuk mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) dan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX.

Kedua kegiatan akan digelar di Papua. Popnas berlangsung 10-18 Oktober 2019, sedangkan PON XX pada 9-21 September 2020.

Sejak berdiri 2013, sekolah tempat berkumpulnya calon atlet tersebut sudah banyak mencetak atlet Papua yang berprestasi di Tanah Papua maupun di kancah nasional di beberapa cabang olahraga.

Sebut saja pemain Persipura Jayapura, Todd Rivaldo Fere dan Ronaldo Wanma, di cabang sepakbola. Atlet dayung Judit Yoku yang pernah di Kerjunas dan ikut PON di Jawa Barat. Belandina Marandof, atlet softball yang dipakai klub luar.

Juga atlet tembak yang pernah dikirim ke Filipina. Sedangkan atlet dayung dari Papua yang berlaga di PON Jawa Barat hampir sebagian dari sekolah ini.

Loading...
;

Kepala SMA Negeri Khusus Olahraga Papua, Yan Ayomi, mengatakan ada sekitar 20 siswanya yang saat ini sedang disiapkan untuk mengikuti Popnas 2019 yang tinggal tiga bulan lagi.

Sebanyak 9 siswa di antaranya dipersiapkan untuk cabang dayung, 5 tinju, 5 sepakbola, dan 1 karate.

Ajang Popnas juga menjadi penentu untuk menjaring atlet yang berprestasi untuk mengikuti PON XX.

“Ada beberapa siswa yang sudah dikirim untuk mengikutui tes di penampungan Popnas dan dari Popnasi akan menjaring mereka untuk PON 2020,” kata Ayomi kepada Jubi, Minggu, 14 Juli 2019.

Dengan keterlibatan sejumlah siswa SMANKor sebagai atlet Papua di kedua ajang olahraga, terutama menghadapi PON 2020, Ayumi mengatakan sudah sepatutnya kepala dinas terkait dan gubernur Papua memperhatikan sekolah tersebut.

“Para siswa yang memiliki potensi juga akan memperkuat PON 2020 meskipun hingga saat ini untuk fasilitas belum memadai dan belum menjawab kebutuhan sekolah, karena itu kami berharap ada pantauan dari pemerintah untuk SMANKor,” katanya.

Ayomi mengaku sebagai pimpinan ia tidak bisa berdiam diri dalam kondisi kekurangan fasilitas.

“Kami wajib menjawab tantangan kejuaraan untuk anak-anak di SMAN Kor supaya mereka yang punya bakat bisa berprestasi untuk menuju PON dan juga pada kejuaraan lain, baik di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.

Selain itu, katanya, pembangunan SMAN Kor sebenarnya juga telah disiapkan oleh pemerintah pusat melalui Menteri Pemuda dan Olahraga. Sekarang tinggal pemerintah daerah meresponsnya dengan memperbaiki kekurangan.

Ia berharap Dinas Olaraga dan Dinas Pendidikan Pemrov Papua bisa segera menambah kelengkapan sarana dan prasarana penunjang atlet-atlet di SMANKor sehingga mereka bisa berlatih maksimal untuk menuju PON XX.

“SMANKor berbicara untuk nasional dan internasional, karena itu pemerintah harus melihat hal ini, karena sekolah ini benar-benar mencetak siswa yang berprestasi di bidang olaraga dan membawa nama Papua serta Indonesia,” katanya.

Sambut PON, siswa SMANKor masih minim fasilitas 2 i Papua
Kepala SMANKor Papua, Yan Ayomi – Jubi/Agus Pabika

Ayomi juga mengeluhkan belum sebandingnya antara prestasi yang telah diukir SMANKor dengan promosi yang didapatkannya sebagai sekolah pencetak atlet.

“Sekolah olahraga ini belum dikenal oleh banyak orang, karena sekolah ini hanya dikenal oleh masyarakat yang ada di seputar Kota Jayapura saja,” katanya.

Ia berharap kehadiran SMANKor memberikan gambaran dan motivasi kepada masyarakat di luar Kota Jayapura terhadap prestasi yang telah diukir siswa SMANKor.

Sehingga, katanya, masyarakakat juga tahu ternyata ada sekolah keberbakatan yang membina anak-anak Papua sehingga suatu hari nanti akan muncul anak-anak Papua yang berprestasi di bidang olahraga.

“Pemerintah harus melihat SMANKor, karena sekolah ini sebagai barometer bagi orang Papua, bagaimana sepakbolanya, bagaimana atletnya, tinju, dayung karena sebagai nomor ungulan yang ada di Papua ada di sekolah ini, sehingga pemerintah harus memperhatikan,” katanya.

Bagian Kesiswaan SMANKor Papua, Selvianus Sefle, mengatakan sejauh ini siswa SMANKor sudah mencetak banyak prestasi di berbagai bidang olaraga. Mereka mengharumkan nama Papua dan Indonesia di tingkat nasional hingga internasional.

“Banyak atlet yang sudah dicetak oleh SMANKor, ada yang menjadi pesepakbola di Persipura dan beberapa klub di Papua dan ada juga yang ikut olimpiade hingga ke luar negeri,” ujarnya.

Namun, kata Sefle, semua prestasi itu tidak sebanding dengan ketidaktahuan masyarakat dan pemerintah dengan keberadaan SMANKor yang tanpa perhatian Pemerintah Provinsi Papua. (*)

Editor: Syofiardi

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top