Follow our news chanel

Sampai warga Yabansai bisa mencemari Danau Sentani

Sampai warga Yabansai bisa mencemari Danau Sentani 1 i Papua

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Lurah Yabansai, Distrik Heram, Kota Jayapura, Luiz Mebri menyatakan warganya belum memiliki kesadaran untuk membuang sampah di tempat sampah yang disediakan pemerintah. Membri menyatakan timbunan sampah warganya dapat menyumbat muara Kali Kampwolker, bahkan bisa mencemari Danau Sentani.

“Pengelolaan sampah di Kelurahan Yabansai dilakukan berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 11 tahun 2012. Itu menjadi tanggungjawab bersama pemerintah dan para pemangku kepentingan,” kata Mebri.

Luis mengatakan plastik yang tidak dapat diurai menjadi salah satu jenis timbulan sampah yang paling berdampak. Pada musim kemarau, sampah yang menumpuk menimbulkan bau. Pada musim hujan, tumpukan sampah plastik dari Yabansai itu akan hanyut terbawa luapan air sungai, dan akhirnya bermuara di Danau Sentani. Sampah plastik itu bisa terbawa masuk ke Danau Sentani, atau menyumbat Kali Kampwolker sehingga menimbulkan banjir.

“Kami bertekad menyelesaikan persoalan sampah yang ada di sepanjang bantaran Kali Kampwolker, yang sebenarnya ditimbulkan oleh aktivitas warga yang bermukim di sekitar bantaran Kali Kampwolker,” katanya.

Luis Mebri berharap warganya dapat melakukan pemilahan sampah, karena sampah plastik tidak bisa terurai secara alami. “Kelurahan Yabansai tetap menjalankan kampanye Sabtu Bersih di setiap Rukun Tetangga dan Rukun Warga. Kami juga bekerjasama dengan lembaga mahasiswa Universitas Cenderawasih. Akan tetapi, kami membutuhkan peran serta setiap warga untuk menjaga kebersihan jalan utama di Yabansai,” beber Mebri.

Loading...
;

Kelurahan Yabansai juga mendampingi ibu anggota PKK mendaur ulang sampah plastik menjadi berbagai jenis barang yang bisa digunakan, demi mengurangi timbulan sampah plastik. “Ada dua tempat [penampungan sampah] yang [mengolah sampah plastik] menjadi bahan yang bisa di jual,”katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Jayapura,  Ketty Kailola menyatakan pihaknya terus mencari cara meningkatkan kepedulian warga Jayapura terhadap persoalan timbulan sampah di Kota Jayapura. “Selama saya menjabat sebagai kepala dinas, saya instruksikan petugas harus memastikan [lingkungan harus] bersih [dari sampah] pada pukul 12.00. Akan tetapi, selalu ada warga yang membuang sampah [setelah petugas kebersihan bekerja],” kata Kailola. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top