Follow our news chanel

Previous
Next

Santri positif Covid-19 di Ponpes ini terus bertambah

Pengambilan swab Covid-19 di Papua
Foto ilustrasi, Gugus Tugas Covid-19 Kota Jayapura saat melakukan pengambilan swab. - Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Surabaya, Jubi – Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur menyatakan jumlah santri di Pondok Pesantren Darussalam, Blokagung, yang positif virus Covid-19 bertambah menjadi 622 orang. Julah itu naik dari data sebelumnya yang disampaikan Kementerian Agama sebanyak 539 santri yang positif Covid-19.

“Sampai akhirnya 622 yang terkonfirmasi positif hasil dari pengambilan swab di lokasi,” kata Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr Widji Lestariono , Selasa (1/9/2020) kemarin.

Baca juga :Puluhan santri di pondok pesantren ini positif Covid-19

Karyawan dua bank di pusat bisnis ini positif Covid-19

Ribuan santri di Riau tes cepat sebelum lanjut belajar ke luar daerah

Rio menjelaskan penularan virus corona di Ponpes Darussalam Blokagung bermula ketika empat santri mengalami gejala klinis Covid-19, pada pertengahan Agustus lalu. Mereka langsung diperiksa kesehatan dan rapid test di Puskesmas Banyuwangi.

Loading...
;

“Berdasarkan hasil rapid test mereka dinyatakan reaktif semua,” ujarnya.

Dari temuan itu pengurus pesantren dan Dinkes Banyuwangi melakukan tracing terhadap sejumlah santri lain yang melakukan kontak erat. Hasilnya ditemukan 502 orang pernah kontak erat dengan empat santri positif Covid-19 itu.

“Dari situ didapatkan 96 santri yang reaktif rapid test. 77 di antaranya kemudian positif berdasarkan tes swab,” kata Rio menambahkan.

Saat ini secara berkala Dinkes Banyuwangi terus melakukan tes swab massal kepada ratusan santri. Kini hasilnya, sebanyak 622 santri dinyatakan positif virus corona.

Menurut Rio, lingkungan pesantren memiliki risiko penularan tinggi karena para santri hidup dengan berkelompok dan jarak yang sangat dekat. Maka jika ada satu saja yang terkena maka akan dengan cepat meluas.

Belajar dari kasus di pesantren itu, Dinkes banyuwangi menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang dilakukan oleh seluruh pondok pesantren di Banyuwangi. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Banyuwangi juga terus melakukan pemantauan dan pengarahan soal protokol kesehatan. Meski ia mengatakan pengawasan protokol kesehatan di pesantren memang sulit diterapkan karena yang diawasi berjumlah ribuan orang.

“Tapi ya memang susah, karena seperti pondok yang ini jumlah santrinya enam ribu, sangat banyak, dan sulit untuk memantau orang per orang,” katanya.

Juru Bicara Ponpes Darussalam, Nihayatul Wafiroh, mengatakan pesantren tersebut dihuni sekitar 6 ribu santri. Mereka tinggal dan tidur di asrama dengan bergerombol. Bahkan satu ruangan dihuni kurang lebih 20 santri.

“Enam ribu santri, tinggalnya di asrama, satu ruangan banyak (20 orang), macam-macam, ada yang kurang ada yang lebih,” ujar Nihayatul.

Meski begitu, Nihayatul mengklaim kondisi Ponpes Darussalam benar-benar aman. Protokol kesehatan pencegahan Covid-19 juga telah ditegakkan di kalangan santri.

Ia menyebut setelah diliburkan selama masa pandemi dan lebaran, para santri yang akan kembali ke pondok, harus memenuhi sejumlah syarat ketat.

“Bagi santri dari daerah asal Banyuwangi, mereka harus membawa surat keterangan sehat dari puskesmas tempat mereka tinggal,” kata Nihayatul menjelaskan.

Sedangkan santri dari luar daerah Banyuwangi, harus rapid test sebelum masuk ke pondok. Tak hanya itu, santri luar daerah pun harus lebih dulu menjalani masa karantina selama 14 hari di tempat khusus sebelum mereka bergabung dengan santri lainnya. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top