Follow our news chanel

Previous
Next

Satgas Covid-19 Papua Barat rilis data ODP terbaru

Satgas Covid-19 Papua Barat rilis data ODP terbaru 1 i Papua
dr.Arnold Tiniap, Jubir satgas Covid-19 Papua Barat saat membeberkan perkembangan situasi siaga Corona di Papua Barat. (Jubi/Hans Arnold Kapisa).

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi– Satgas Covid-19 Papua Barat, melaporkan perkembangan hasil pantauan dugaan penyebaran virus ini di wilayah Papua Barat berdasarkan laporan dinas kesehatan kabupaten/kota sePapua Barat.

Adapun data terbaru yang diterima satgas Covid-19 Papua Barat, yaitu dari kabupaten Fakfak, Raja Ampat dan kabupaten Manokwari Selatan (Mansel).

Juru bicara satgas Covid-19 Papua Barat, dr.Arnold Tiniap, menyatakan bahwa per 23 Maret 2020, jumlah total orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 86 orang, dengan rincian 51 sementara dipantau dan 35 selesai dipantau (telah menyelesaikan 14 hari karantina).

“Status ODP sebanyak 51 orang sementara dipantau.  Mereka tersebar di Kota Sorong 12 orang, Manokwari 9 orang, kabupaten Sorong 12 orang, Teluk Wondama 3 orang, dan tambahan hari ini,  Fak-fak  12 orang,  Raja Ampat 2 orang dan kabupaten Mansel 1 orang,” ujar Tiniap dalam konferensi pers di sekretariat Satgas Covid-19, Senin (23/3/2020).

Kata Tiniap, 51 orang dalam pantauan di Papua Barat, rata-rata punya riwayat  perjalanan dari luar Papua Barat, yaitu dari Jakarta dan Makassar.

“51 ODP ini mereka baru kembali dari Jakarta dan ada juga dari Makassar. Makanya mereka harus jalani karantina selama 14 hari,” ujarnya.

Loading...
;

Sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 4 orang masih tetap hingga hari ini tak ada penambahan.

“Status PDP awalnya sebanyak 5 orang berada di kota Sorong, namun 1 sudah selesai pengawasan dan sampai hari ini masih tetap 4 orang, tak ada penambahan jumlah,” tambahnya.

Dia juga melaporkan, bahwa 11 sampel telah dikirim, 1 sampel telah diperiksa, sementara 10 sampel lainnya dalam proses pemeriksaan.

“10 sampel yang masih diperiksa, yaitu 2 sampel dari Manokwari dan  8 sampel dari Sorong,” ujarnya.

Tiniap menjelaskan, bagi ODP, yaitu mereka yang kembali dari luar daerah terjangkit, namun punya keluhan ringan seperti batuk, pilek atau demam.  Mereka, (ODP) di pantau oleh petugas medis tingkat Puskesmas.

Sementara untuk keluhan berat, disarankan untuk melakukan pemeriksaan ke Rumah Sakit terdekat. Meskipun pemeriksaan di Rumah Sakit, mereka belum bisa diklasifikasi ke dalam status PDP.

“Karena dalam klasifikasi (perlakuan) tergantung hasil pemeriksaan, dengan ciri-ciri keluhan sakit.  Jadi selama proses pemeriksaan dan pengobatan mereka masih dikategorikan ODP,” ujar Tiniap.

Terpisah, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, pasca menetapkan Papua Barat siaga Covid-19 pekan lalu, belum juga memutuskan untuk pembatasan arus transportasi laut dan udara (lockdown) selama situasi siaga.

“Jika telah berstatus darurat, baru kita bisa lockdown. Tapi, kita jangan lengah dalam kondisi siaga.  Tetap lakukan pengawasan ekstra di bandara dan pelabuhan dengan kerjasama semua pihak yang terlibat dalam Satgas Covid-19,” kata Mandacan. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top