Follow our news chanel

Satgas militer dan polisi dikerahkan ke Hela, PNG

Rumah di daerah pegunungan tinggi PNG. - RNZI/Johnny Blades
Satgas militer dan polisi dikerahkan ke Hela, PNG 1 i Papua
Rumah di daerah pegunungan tinggi PNG. – RNZI/Johnny Blades

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Port Moresby, Jubi – Satgas gabungan militer dan polisi negara akan dikerahkan ke Provinsi Hela di daerah pegunungan Papua Nugini, sebagai tanggapan atas pembunuhan massal pekan lalu.

Perdana Menteri, James Marape, berkata kepada surat kabar Post-Courier bahwa ia telah mengirim Menteri Kepolisian, Bryan Kramer, turun ke lapangan dan melakukan pengamatan atas personel yang ada di lapangan dan atas masalah-masalah yang mendesak. Pengerahan satuan militer yang dikirim ke sana setelah gempa besar tahun lalu akan diperpanjang, tambahnya.

Perwakilan PBB di PNG mengutuk keras pembantaian atas 24 orang, kebanyakan dari mereka perempuan dan anak-anak, dan meminta intervensi secepatnya untuk menghukum para pelaku di pengadilan.

Koordinator Residen PBB di negara itu, David McLoughlin, menegaskan bahwa pembunuhan yang tidak berperikemanusiaan terhadap orang-orang yang memiliki hak fundamental untuk merasa aman dari tindak kekerasan seperti ini tidak dapat diterima.

Awal pekan ini, Marape bersumpah, dalam sebuah pernyataan di Facebook, bahwa ia akan mengejar dan memburu pelaku-pelaku di balik serangan itu.

Provinsi Hela telah diguncang oleh perang suku yang semakin memburuk dalam beberapa tahun terakhir, akibat datangnya proyek LNG dan serangan gempa bumi tahun lalu.

Loading...
;

Pekan lalu, setidaknya enam belas perempuan dan anak-anak terbunuh dalam serangan dini hari di sebuah kampung di wilayah pegunungan tinggi PNG. Serangan Senin (8/7/2019) itu terjadi di daerah Tagali di distrik Tari-Pori, Provinsi Hela.

Sebelumnya, juru bicara kepolisian Thomas Levongo berkata ia telah pergi untuk memeriksa langsung TKP di Kampung Karida, menambahkan bahwa korbannya adalah perempuan dan anak-anak. Dia masih tidak sepenuhnya tahu siapa yang melancarkan serangan ganas ‘hide and seek’ yang sering terjadi di Hela dalam beberapa tahun terakhir.

“Mereka tahu bagaimana cara menyerang musuh mereka. Para korban berada di dalam rumah, dan para pelaku pergi dan menyerang saat mereka sedang tidur.

“Mereka memiliki senjata, mereka juga diserang menggunakan pisau, pisau yang tajam,” jelas Levongo. (RNZI)


Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top