Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Sawit dan karet pengaruhi penjualan properti di Kalbar

Perumahan, pixabay.com
Sawit dan karet pengaruhi penjualan properti di Kalbar 1 i Papua
Perumahan, pixabay.com

Tercatat rumah tipe komersil dan mewah paling berdampak rendahnya harga komoditas unggulan di Kalbar tersebut.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Pontianak, Jubi – Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Kalbar, Isnaini, mengatakan penjualan properti di Kalbar masih dipengaruhi harga komoditas seperti minyak kelapa sawit (CPO) dan karet. Tercatat rumah tipe komersil dan mewah paling berdampak rendahnya harga komoditas unggulan di Kalbar tersebut.

Sawit dan karet pengaruhi penjualan properti di Kalbar 2 i Papua

“Saat ini harga komoditas baik CPO dan karet masih rendah. Dengan begitu juga berdampak pada penjualan properti kita yang masih lesu,” ujar Isnaini, Minggu, (31/3/2019).

Baca juga : Pemkab Jayapura diminta tak sembarang keluarkan izin perumahan

Bisnis perumahan marak, permintaan kusen dan mebel meningkat

Warga SP-7 pertanyakan realisisasi bantuan perumahan

Loading...
;

Ia mengaku properti tipe komersil dan mewah dalam beberapa tahun terakhir sangat lesu, bahkan stagnan. Hal ini karena pengaruh harga komoditas unggulan terhadap penjualan rumah komersil dan mewah. “Hanya di lokasi tertentu saja seperti di pusat kota dengan fasilitas lengkap dan menarik saja yang masih baik kondisi nya,” kata Isnaini menambahkan.

Sedangkan penjualan rumah subsidi atau untuk kalangan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) masih terus baik. Tingginya permintaan rumah MBR menjadi alasan REI fokus untuk tipe rumah tersebut.

“Rumah subsidi penjualannya masih baik. Apalagi dengan ada program sejuta rumah dengan fasilitas yang mudah diakses MBR. Kami dari REI mendukung itu,” kata Isnaini menjelaskan.

Baca juga : Distrik Waibhu dorong perumahan layak huni bagi warganya

Bank Papua dan BTN optimis target kredit perumahan 2019 naik

Perumahan Gajah Mada Sentani kembali terendam banjir

Realisasi penjualan khusus untuk rumah MBR dari anggota REI Kalbar pada pada tahun lalu sebanyak 3.150 unit, angka itu tersebar di 14 kabupaten dan kota di Kalbar.

Sedangkan tahun ini REI mentargetkan penjualan rumah subsidi hingga 5.500 unit. Isnaini optimis tahun target itu realisasi lebih baik dari tahun sebelumnya. Meski diakui  di awal tahun ini masih menunggu Pemilu 2019. “Yang tentu ada sedikit pengaruh terhadap penjualan properti,” katanya.

Tercatat Kabupaten Kubu Raya masih mendominasi realisasi penjualan rumah MBR di Kalbar dalam beberapa tahun ini. Penjualan rumah MBR di kabupten mencapai 71 persen di Kalbar dengan menyumbang untuk PAD Rp 12,9 miliar dan menyerap tenaga kerja sebanyak 3 ribuan pekerja.

Isnaini mengaku saat ini kendala membangun perumahan MBR masih pada edukasi dan sosialisasi pemerintah kepada pengembang tentang perizinan secara online yang perlu dimaksimalkan. Ia berharap agar pelayanan perizinan cepat, mudah dan bisa mendukung pengembang memenuhi kebutuhan masyarakat untuk rumah layak huni.  (*)

Edtor  : Edi Faisol

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top