HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Sayang Mandabayan bebas, Awom: Pelajaran penting melawan rasisme

Sayang Mandabayan, perempuan pejuang antirasisme saat keluar dari pintu Lapas kelas II B Manokwari setelah jalani 9 bulan penjara. (Jubi/dokumentasi pribadi)
Papua No. 1 News Portal | Jubi

 

Manokwari, Jubi – Sayang Mandabayan, perempuan antirasisme yang berstatus sebagai tahanan politik di Manokwari, Papua Barat, hari ini resmi dibebaskan dari jeratan hukum setelah menjalani hukuman penjara sembilan bulan.

Koordinator tim kuasa hukum Sayang Mandabayan, Metuzalak Awom mengatakan bahwa kliennya telah bebas dan bisa kembali ke keluarga.

Sayang Mandabayan bebas, Awom: Pelajaran penting melawan rasisme 1 i Papua

“Hari ini tepat 9 bulan sesuai vonis hukuman yang diterima Sayang Mandabayan. Dia ditahan sejak 3 September 2019 dan bebas 3 Juni 2020,” kata Awom kepada Jubi, di Manokwari, Papua Barat, Rabu (3/6/2020).

Dikatakan Awom, sikap dan tindakan Sayang Mandabayan, harus menjadi pelajaran penting bagi semua pihak untuk tetap tegar dalam menghadapi sebuah perjuangan untuk melawan rasisme.

“Dia berjuang melawan rasisme, dan pembungkaman demokrasi, meski sebagai seorang perempuan tapi dia selalu tegar,” kata Awom.

Melalui Awom, Sayang Mandabayan menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada seluruh aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) yang telah berkontribusi memberikan dukungan moril selama menjalani proses hukum.

Loading...
;

“Terima kasih kepada YLBH Jakarta dan saudari Veronika Koman atas dukungan semangat yang diberikan untuk saya tetap tegar menjalani semua ini,” ujar Awom mengutip penyampaian Sayang Mandabayan. (*)

Editor: Edho Sinaga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pengumuman Lagu
"Tanah Papua"

Sehubungan dengan akan dilakukannya pendaftaran lagu “Tanah Papua” yang diciptakan oleh Bapak Yance Rumbino pada Direktorat kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, untuk itu disampaikan kepada seluruh pihak masyarakat yang mengklaim sebagai pencipta lagu “Tanah Papua”, diberi kesempatan untuk mengajukan klaim atau sanggahan lagu tersebut.

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa