Sebanyak 212 dokter di Surabaya positif Covid-19

Positif Covid-19 Papua
Ilustrasi, pixabay.com

Papua No.1 News Portal | Jubi

Surabaya, Jubi  Sebanyak 212 orang dokter di Kota Surabaya Jawa Timur terkonfirmasi positif Covid-19. Jumlah tersebut belum termasuk tenaga Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), perawat, tenaga pemulasaran dan lain-lain.

“Selama ini tenaga dokter di Surabaya sudah melayani sebaik mungkin. Namun kapasitas tenaga dokter tidak sebanding dengan kasus yang melonjak yang mengakibatkan pelayanan tidak optimal. Sehingga tenaga kesehatan pun satu persatu tumbang,”  ujar  Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Surabaya, Brahmana Askandar Tjokroprawiro, Kamis, (8/7/2021)

Selain kondisi dokter yang sakit akibat Covid-19, Barhamana menyebut kondisi rumah sakit di Surabaya saat ini semua penuh. Hal itu mejadi kondisi yang lumrah jika pasien datang tertahan di unit gawat darurat (UGD) setiap hari.

“Penambahan kapasitas rumah sakit selalu dilakukan namun yang menjadi pekerjaan berat jika harus menambah tenaga kesehatan,” kata Barhamana menambahkan.

Baca juga : Dua dokter di Surabaya meninggal akibat Covid-19, 75 lainya masih terpapar 

Dokter kembali meninggal terpapar Covid-19, kali ini ketua IDI Tangsel 

Loading...
;

Dokter pegiat pencegahan Covid-19 ini meninggal akibat terpapar

Ia meminta kepada masyarakat agar terus mematuhi protokol kesehatan dan mematuhi PPKM dari pemerintah dengan sepenuh hati.  “Dengan tidak keluar rumah jika tidak diperlukan, diharapkan penyebaran COVID-19 akan bisa ditekan,” katanya.

Tecatat salah satu mahasiswa PPDS 1 Obstetri dan Ginekologi FK Unair – RSUD Dr. Soetomo Surabaya, Aliy Akbar Al Busani meninggal setelah berjuang melawan Covid- 19. Dokter Aliy meninggal dunia pukul 08.12 WIB di Ruang Intensif Khusus (RIK 1) RSUD Dr Soetomo, Kamis (8/7/2021).

Wakil Rektor Bidang Internasionalisasi, Digitalisasi dan Informasi Unar, dr. Miftahussurur mengatakan, meninggalnya mahasiswa PPDS merupakan pukulan yang mendalam bagi Unair khususnya Fakultas Kedokteran.

“Unair kembali kehilangan salah satu pengabdinya yang selalu memberikan sumbangsih pada penelitian dan pelayanan kesehatan. Kami memberikan penghargaan setinggi-tingginya dan terima kasih sebesar-besarnya atas kontribusinya di Unair selama menjalani pendidikan,” ujar Miftahussurur.

Dokter Aliy merupakan PPDS Obgin FK Unair angkatan tahun tahun 2019. Saat ini dia sedang menempuh PPDS 1 dan masuk ke semester 5.  (*)

Editor : Edi Faisol

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top