Follow our news chanel

Sebaran PKH belum merata di Merauke

Bupati Gebze menyerahkan bantuan kepada warga saat peluncuran PKH di Merauke – Jubi/Frans L Kobun
Bupati Gebze menyerahkan bantuan kepada warga saat peluncuran PKH di Merauke – Jubi/Frans L Kobun
Bupati Gebze menyerahkan bantuan kepada warga saat peluncuran PKH di Merauke – Jubi/Frans L Kobun

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Banyak daerah belum terjangkau layanan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Merauke. Jaringan perbankan, kondisi geografis, persyaratan administrasi, hingga buta aksara menjadi musababnya.

IBADAH singkat sebagai pemberkatan menandai pengoperasian armada ambulans milik Dinas Sosial (Dinsos) Merauke. Pengguntingan pita oleh Bupati Frederikus Gebze melengkapi seremoni kedinasan tersebut.

Mobil ambulans itu merupakan bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos). Terdapat pula 10 tenda, 500 peti jenazah beserta 550 kursi, dan peralatan memasak yang diserahkan Kemensos. Semua sarana tersebut digulirkan sebagai perbantuan ketika terjadi musibah atau kemalangan.

Keberadaan mobil ambulans baru memperkuat armada sebelumnya sehingga Dinsos Merauke, kini memiliki dua armada kegawatdaruratan. Pengoperasian ambulans baru tersebut juga dirangkai dengan peluncuran Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Merauke.

“PKH merupakan program bantuan tunai kepada rumah tangga sangat miskin. Petugas diterjunkan untuk memvalidasi data (calon penerima manfaat) agar bantuan tepat sasaran,” kata Pengelola PKH Dinsos Merauke, Fonny Runtu, Selasa (2/7/2019).

PKH digulirkan untuk menyokong pembiayaan kesehatan dan pendidikan bagi anak, ibu hamil, kalangan lanjut usia, serta warga berkebutuhan khusus dari keluarga kurang mampu. Tujuannya ialah meningkatkan taraf hidup mereka melalui akses layanan pendidikan dan kesehatan sehingga mengurangi kesenjangan sosial.

Loading...
;

“Keberadaan PKH untuk menurunkan secara berkala angka kemiskinan. Beban pengeluaran berkurang dan kemandirian masyarakat meningkat,” jelas Fonny.

Tidak terjangkau

PKH dalam setahun menggelontorkan masing-masing Rp2,4 juta kepada setiap penerima manfaat dari kalangan ibu hamil, anak berusia 0-2 tahun, lansia dan penyandang disabilitas. Sementara itu, penerima manfaat dari kalangan pelajar SMP dan SMA memeroleh masing-masing Rp1,5 juta dan Rp2 juta setahun.

PKH saat ini baru bisa menjangkau warga miskin di delapan dari 20 distrik di Merauke. Musababnya ialah belum tersedia jaringan perbankan di distrik tersebut karena dana PKH ditransfer langsung ke rekening penerima manfaat.

Menurut Fonny beberapa distrik juga sulit dijangkau karena terbatasnya akses maupun sarana transportasi.

“Kami belum memiliki speed boat untuk menjangkau kampung serta distrik terjauh.”

Dia pun mengaku banyak kendala yang mereka hadapi saat melayani peserta PKH. Sejumlah peserta, misalnya belum memiliki dokumen resmi kependudukan sehingga menyulitkan petugas saat pemutakhiran data. Banyak pula dari mereka tidak bisa membaca dan menghitung sehingga bingung sewaktu hendak menarik dana PKH di mesin anjungan tunai mandiri (ATM).

Fonny memastikan kendaraan ambulans beserta perangkat lain yang baru saja mereka terima juga diperuntuk bagi keluarga miskin. Namun, calon penerima harus menyertakan surat keterangan dari kepala kampung atau lurah setempat.

“Pengadaan peralatan tersebut memang untuk membantu keluarga kurang mampu. Kalau mengalami kedukaan, pihak keluarga bisa datang ke Dinsos Merauke untuk menggunakannya,” kata Fonny.

Manajemen pengawasan

Pemberkatan ambulans oleh Pastor Miller Senduk – Jubi/Frans L Kobun
Pemberkatan ambulans oleh Pastor Miller Senduk – Jubi/Frans L Kobun

Kepala Dinsos Merauke, Herman Gebze, berharap penyediaan sarana kegawatdaruratan tersebut dapat meringankan kedukaan warga. Menurutnya sudah menjadi kewajiban institusi mereka untuk melakukan semua itu.

Dia menjamin prosedur peminjaman dan pengunaannya pun tidak bertele-tele.

“Pihak keluarga bisa mendatangi atau tinggal menelpon Dinsos Merauke. Biar petugas nanti melayaninya (menyiapkan).”

Penegasan serupa disampaikan Bupati Frederikus Gebze. Siapa pun yang wajib dibantu, bisa memanfatkan ambulans maupun sarana kegawadaruratan lainnya.

“Banyak bantuan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat selama ini. Walaupun itu sudah optimal, kami menyadari masih ada kekurangan di sana-sini,” kata Bupati Gebze.

Dia berpesan kepada petugas agar selalu bergerak cepat ketika masyarakat membutuhkan pelayanan mereka. Namun, pengawasan dan perawatan terhadap aset negara tersebut tetap harus diperhatikan.

“Manajemen pengawasannya juga harus diperhatikan. Jadi, mobil (ambulans) dan peralatan lain tetap utuh (berkondisi baik) sehingga bisa terus dimanfaatkan untuk kepentingan orang banyak,” harap Bupati Gebze. (*)

Editor: Aries Munandar

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top