Follow our news chanel

Sebelum ada SE bupati, SD Inpres Kemiri sudah bebaskan uang sekolah siswa terkena bencana

Anak-anak SD Inpres Kemiri Sentani Kabupaten Jayapura – Jubi/Yance Wenda
Sebelum ada SE bupati, SD Inpres Kemiri sudah bebaskan uang sekolah siswa terkena bencana 1 i Papua
Anak-anak SD Inpres Kemiri Sentani Kabupaten Jayapura – Jubi/Yance Wenda

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Sebelum ada surat edaran (SE) Bupati Jayapura, pasca banjir bandang yang menghantam Sentani Maret lalu, SD Inpres Kemiri sudah memberi keringanan biaya pendidikan bagi anak didik yang terdampak musibah tersebut.

“Untuk peserta didik kemarin yang kena banjir bandang itu, kami utamakan yang mereka benar-benar rumahnya hilang. Artinya, selain rumah, tidak ada buku alat tulis, pakaian seragam sama, tidak ada. Jadi sebelum ada surat edaran Bupati Jayapura, kami sudah membebaskan uang sekolah untuk anak-anak yang terkena bencana,” jelas Kepala sekolah (Kepsek) SD Inpres Kemiri Sentani, Lucia Viktoriana Kopeuw, kepada Jubi di Sentani, Kamis (25/7/2019).

Lucia menjelaskan siswa di SD Kemiri paling banyak yang menjadi korban banjir bandang, baik dari rumah hilang hingga terendam banjir.

“Ada sekitar 350 siswa di SD Kemiri yang menjadi korban banjir bandang. Untuk keringanan biaya pendidikan kami utamakan bagi mereka yang rumahnya benar-benar hilang,” jelasnya.

Lucia menambahkan siswa yang rumah dan fasilitas alat tulisnya hilang dibebaskan dari semua biaya pendidikan.

“Siswa yang rumahnya hilang ini dibebaskan biaya tapi ada keputusan bersama, orangtua wali murid dan guru di sekolah itu iuran per-KK dan ini bagi mereka yang terdampak kita tiadakan,” jelas Lucia.

Loading...
;

Lucia mengatakan pembebesan biaya pendidikan tidak hanya bagi mereka yang terdampak banjir namun bagi anak-anak didik yang mengalami musibah kebakaran juga disamakan.

“Ada empat anak didik kami yang asramanya di Permata Hijau terbakar. Sekarang mereka ditampung di gereja. Itu laporan dari orangtua siswa kami. Merek juga diperhatikan oleh sekolah agar bagaimana mereka bisa mendapatkan bantuan seragam secara cuma-cuma,” ungkapnya.

“Kita sudah lakukan pembebesan biaya pendidikan sejak akhir bulan Mei, saat pembagian rapor. Saya sebagai kepala sekolah sudah sampaikan kepada orangtua wali murid, kalau ada perhatian khusus bagi anak-anak yang terdampak banjir, lebih khusus yang rumahnya hilang,” sambung Lucia.

Seorang orangtua siswa SD Inpres Kemiri, Lesira Wonda, mengatakan orangtua hanya bisa mengucapkan terima kasih kepada sekolah yang telah membebaskan biaya sekolah bagi anaknya.

“Kami sudah tidak ada rumah tinggal lagi, hanyut terbawa banjir. Sempat bingung dengan anak-anak punya uang sekolah. Puji Tuhan, sekolah sudah terapkan pendidikan gratis bagi anak-anak korban banjir,” kata Lesira Wonda.

Ibu dua anak ini mengatakan walau pembebesan biaya telah diterapkan namun sebagai orangtua tetap berusaha untuk mencari nafkah demi kebutuhan anak-anak.

“Saya harus jualan untuk beli anak-anak punya buku tulis, pensil, dan kebutuhan di sekolah, jadi saya tetap kerja walau dengan kondisi rumah yang sudah hilang,” kata Wonda. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top