Follow our news chanel

Sebelum meninggal, Glenn Fredly berencana gelar konser virtual Trio Nusa Hitam

Penyanyi Glenn Fredly bernyanyi saat konser 20 tahun berkarya untuk Indonesia di Ballroom Four Points Hotel Sheraton, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (21/8/2015) malam – Jubi/ANTARA FOTO
Sebelum meninggal, Glenn Fredly berencana gelar konser virtual Trio Nusa Hitam 1 i Papua
Penyanyi Glenn Fredly bernyanyi saat konser 20 tahun berkarya untuk Indonesia di Ballroom Four Points Hotel Sheraton, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (21/8/2015) malam – Jubi/ANTARA FOTO

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Musikus Tanah Air, Glenn Fredly, ternyata memiliki rencana mulia yang belum sempat terlaksana, yaitu membuat sebuah konser virtual bersama Trio Nusa Hitam.

Diungkapkan Edo Kondologit, ia, Glenn, dan Ivan Nestorman berencana untuk menggelar konser virtual guna menghibur masyarakat Indonesia yang harus mengkarantina dirinya di rumah akibat pandemi COVID-19.

“Kita ada grup dengan Ivan Nestorman, yaitu Trio Nusa Hitam yang mewakili NTT, Maluku, dan Papua yang mulanya untuk memotivasi anak muda dari Timur,” kata Edo saat dihubungi, Kamis (9/4/2020).

Nah, karena corona ini, kita bertiga janjian untuk buat video buat menghibur tenaga medis dan masyarakat lainnya yang ada di rumah,” ujarnya melanjutkan.

Edo mengaku terakhir berkomunikasi dengan Glenn pada 24 Maret 2020. Kala itu, dia menghubungi Glenn untuk menyampaikan kelanjutan dan lagu-lagu untuk rencana konser virtual tersebut.

“Saya terakhir komunikasi pada tanggal 24 Maret lalu. Namun, ketika kita coba hubungi lagi, (ponselnya) sudah tidak aktif,” ungkap Edo.

Loading...
;

Glenn Fredly di mata Edo Kondologit: Adik, sahabat, dan pejuang

Rabu (8/4/2020), Edo yang tengah berada di tanah kelahirannya di Sorong, Papua mengetahui kabar meninggalnya Glenn dari sang istri yang tengah membaca berita.

“Saya diberitahu istri yang sedang baca berita, saya kaget sekali. Tidak menyangka, dan sangat merasa kehilangan,” ucap penyanyi berusia 52 tahun itu.

“Sedih sekali (mengetahui Glenn berpulang). Dia itu adik saya. Kita bersahabat, bersama-sama mulai dari tidak ada apa-apa sama sekali,” kenang Edo.

“Saya sedih banget. Pokoknya dia sahabat, adik, teman diskusi dan berbagi, selalu berusaha tidak mengecewakan orang lain, dan pejuang seni,” ujarnya melanjutkan.

Edo, yang bersama-sama merintis karir bermusiknya dengan Glenn pada tahun 1992 itu juga mengungkapkan, pelantun “Januari” itu sebagai sosok musikus yang rendah hati dengan semangat juang tinggi untuk rekan sesama seniman lainnya.

“Dia musisi pejuang. Pejuang seni, juga aktivis dan pejuang. Dia yang menggagas adanya UU Permusikan, dia berjuang agar ada Hari Musik Nasional, bagaimana dia ikut memperjuangkan Ambon menjadi City of Music,” kata dia.

Musikus kelahiran Sorong, 52 tahun silam itu pun mengenang Glenn sebagai sosok yang selalu memiliki banyak ide untuk membantu orang lain.

“Idenya enggak habis-habis. Kita rencana mau jalan motivasi adik-adik di Indonesia Timur buat bangkit dan terus berkarya, agar tidak merasa tertinggal,” kata Edo.

“Dia musisi yang tidak memikirkan diri sendiri. Sangat kehilangan,” ujar penyanyi yang turut bernyanyi bersama Glenn di lagu “Go Tell It On The Mountain” itu.

Glenn Fredly Deviano Latuihamallo meninggal dunia pada Rabu (8/4/2020) petang pada usia 44 tahun, di RS Setia Mitra, Fatmawati, Jakarta.

Jenazah musisi Glenn Fredly akan dimakamkan di TPU Tanah Kusir, pada Kamis (9/4/2020) siang ini. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top