HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Sebelum Pospol Ndeotadi diserang, empat dari delapan polisi digeser, ada apa?

Ilustrasi Jajaran Polres Paniai - Jubi. Dok
Sebelum Pospol Ndeotadi diserang, empat dari delapan polisi digeser, ada apa? 1 i Papua
Ilustrasi Jajaran Polres Paniai – Jubi. Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Makassar, Jubi – Dewan Adat atau DAD Paniai, Papua mempertanyakan alasan pergeseran empat dari delapan orang anggota polisi yang bertugas di pos polisi (pospol) kilometer 99 Degeuwo, Kampung Ndeotadi, Distrik Bogobaida, Kabupaten Paniai ke Polres setempat, sebelum sekelompok orang menyerang pospol itu pada Jumat malam (15/5/2020).

Ini disampaikan Ketua DAD Paniai, John NR Gobay melalui sambungan teleponnya kepada Jubi, Senin (18/5/2020).

Sebelum Pospol Ndeotadi diserang, empat dari delapan polisi digeser, ada apa? 2 i Papua

John Gobay mengatakan, informasi yang ia dapat ada delapan anggota polisi yang di tempatkan di pospol kilometer 99.

Komandan pos dan tiga anggota polisi lainnya telah bergeser ke Polres Paniai sebelum peristiwa penyerangan terjadi.

Katanya, alasan pergeseran komandan pos dan tiga anggota lainnya ke Polres Paniai yang hanya dapat ditempuh menggunakan helikopter dari lokasi kejadian, dalam rangka serah terima pasukan atau pergantian pasukan BKO.

Akan tetapi, serah terima pasukan belum dapat dilaksanakan karena karena masih menunggu anggota BKO baru, untuk menggantikan anggota polisi sebelumnya yang bertugas di lokasi.

Loading...
;

Menurutnya, kalau belum ada anggota BKO pengganti, mengapa empat orang sudah ditarik duluan ke Polres dan empat anggota lainnya masih bertugas di lokasi. Kalau hanya untuk persiapan serah terima pergantian pasukan, mestinya cukup dilakukan oleh komandan pos.

“Kemudian pertemuan tiga anggota polisi dengan warga dan beberapa pihak terkait di salah satu rumah warga saat kejadian informasinya dalam rangka serah terima pasukan itu. Tapi informasi yang saya dapat ada hal lain yang dibahas,” kata Gobay.

Kata Gobay, dalam mengungkap peristiwa penyerangan pos polisi yang menyebabkan tiga senjata api milik polisi dibawa kabur pihak penyerang, dan seorang anggota polisi terluka, penyidik dari Polda Papua juga mesti meminta keterangan Kapolres setempat dan anggota polisi yang ditempatkan di pos tersebut.

“Saya juga masih mencari tahu kepada warga [di sekitar lokasi kejadian], apakah ada kejadian sebelumnya yang melibatkan polisi di pos itu dengan warga atau pihak yang diduga polisi melakukan penyerangan, karena biasanya ini motif balas dendam,” ujarnya.

Gobay juga khawatir, klaim Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau TPNPB sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam penyerangan itu, dapat mengakibatkan jatuhnya korban dari warga sipil.

“Ini yang saya bingung karena masyarakat menyatakan anak itu (terduga pelaku yang memimpin penyerangan) tinggal di sekitar lokasi kejadian,” ucapnya.

Katanya, hak TPNPB mengklaim sebagai pelaku penyerangan. Akan tetapi jangan sampai klaim itu menyebabkan terjadinya penyisiran atau operasi keamanan di wilayah tersebut dan mengakibatkan warga menjadi korban salah sasaran.

“Apapun pernyataan dari pihak OPM (TPNPB) itu hak mereka. Saya hanya minta Degeuwo jangan dijadikan ladang untuk operasi karena Degeuwo itu tempat orang mencari makan. Kalau terjadi penyisiran di wilayah itu, siapa yang bertanggung jawab,” katanya.

Sehari sebelumnya Juru Bicara TPNPB, Sebby Sambom menyatakan penyerangan pos polisi tersebut dilakukan oleh TPNPB pimpinan Anton Tabuni.

Dikutip dari berbagai media, Sebby Sambom mengatakan, Anton Tabuni mengaku melakukan penyerangan pos polisi tersebut sebagai balasan karena aparat keamanan mengambil senjata api dari pasukan TPNPB di Tembagapura, Kabupaten Mimika beberapa waktu lalu.

“Saya dan pasukan serang pos, kami merampas senjata, karena militer Indonesia ambil senjata kami juga di Tembagapura,” kata Sebby Sambom menirukan ucapan Anton Tabuni.

Menurut Sebby Sambom, Anton Tabuni dan pasukannya telah kembali ke Tembagapura. Ia meminta agar warga sipil tak disalahkan.

Katanya, Anton Tabuni meminta aparat keamanan mengejar pihaknya ke Tembagapura, jangan menangkap atau melakukan kekerasan kepada warga sipil di wilayah kejadian penyerang pos polisi. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top