Sebulan dipalang, aktivitas dua SMA di Kota Jayapura terganggu

Sekretaris Komisi V DPR Papua, Natan Pahabol (kemeja batik biru) dan anggota Komisi V DPR Papua, Piter Kwano (kemeja putih) saat bersama guru SMU PGRI dan SMU Korpri di Kota Jayapura di depan ruang kelas yang dipalang pemilik ulayat - Jubi. Dok Komisi V DPR Papua
Sebulan dipalang, aktivitas dua SMA di Kota Jayapura terganggu 1 i Papua
Sekretaris Komisi V DPR Papua, Natan Pahabol (kemeja batik biru) dan anggota Komisi V DPR Papua, Piter Kwano (kemeja putih) saat bersama guru SMU PGRI dan SMU Korpri di Kota Jayapura di depan ruang kelas yang dipalang pemilik ulayat – Jubi. Dok Komisi V DPR Papua.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Sekretaris Komisi V DPR Papua yang membidangi pendidikan, Natan Pahabol menyatakan sejak sebulan terakhir aktivitas belajar mengajar di SMA PGRI dan SMA Korpri Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura terganggu karena pemilik ulayat memalang ruang kelas kedua sekolah itu.

Pemilik ulayat menuntut ganti rugi lahan tempat berdirinya kedua sekolah itu, yang dibangun pada masa Manase Robert Kambu menjabat Wali Kota Jayapura beberapa tahun lalu.

“Kami melakukan sidak ke sekolah itu pada 24 Juli 2019. Kedua sekolah itu dipalang pemilik ulayat dari marga Ohee sejak 27 Juni 2019,” kata Natan Pahabol, Jumat (26/7/2019).

Dari keterangan pihak sekolah kata dia, pemilik ulayat memalang setiap ruang di kedua sekolah karena ganti rugi hak ulayat belum dibayarkan. Sekolah dibangun di atas lahan tersebut hanya bermodalkan negosiasi antara MR. Kambu yang ketika itu menjabat Wali Kota Jayapura dengan ondoafi Ramses Ohee.

“Di sekolah ada itu 500 murid, dan sudah satu bulan tak ada aktivitas belajar mengajar. Setiap hari guru dan murid tetap ke sekolah membersihkan area sekolah kemudian pulang,” ujarnya.

Dari keterangan pihak sekolah kata Natan Pahabol, telah ada komunikasi dengan mantan Wali Kota Jayapura. Namun yang bersangkutan menyatakan ia sama sekali tidak meninggalkan tunggakan sebelum masa jabatannya berakhir. Semua dokumen terkait sekolah itu ada di kantor wali kota.

Loading...
;

“Namun hingga kini belum diketahui berapa yang sudah dibayar MR. Kambu kami juga belum dapat data itu. Pihak sekolah sudah menanyakan kantor wali kota, tapi mereka belum diberikan dokumen sekolah itu dan belum mendapat kepastian apakah hak ulayat sudah dibayar atau belum,” katanya.

Setelah bertemu pihak sekolah, Komisi V DPR Papua lanjut Natan Pahabol mengutus anggotanya dari kursi pengangkatan, Piter Kwano untuk bertemu ondafi Ramses Ohee, yang juga anggota DPR Papua dari kursi pengangkatan.

“Pak Ramses Ohee menyatakan memang belum dibayarkan, sehingga ada aksi pemalangan menuntut pembayaran. Namun berapa nominal yang akan dibayarkan belum dibicarakan. Tapi palang akan dibuka dan tuntutan tetap berlanjut,” kata Natan Pahabol.

Ia menyarankan pemilik ulayat segera berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional Kota Jayapura agar segera mengukur luas tanah, untuk menentukan berapa harganya. Apakah nanti pembayarannya dilakukan oleh Pemkot Jayapura atau Pemprov Papua karena kini SMU/SMK telah dialihkan ke provinsi, akan dibicarakan pihak terkait.

“Kami harap palang segera dibuka dan aktivitas belajar berjalan. Pemilik ulayat segera menentukan harga dan sampaikan ke kami. Kami siap membantu memfasilitasi ini. Mungkin tidak bisa dianggarkan langsung tapi pembayarannya dicicil,” ucapnya.

Sementara Wakil Ketua Komisi V DPR Papua Maria Duwitau mengatakan, pihak yang merasa dirugikan segera berkoordinasi dengan Pemkot Jayapura atau DPR Papua untuk dicarikan solusi, agar aktifitas belajar mengajar di kedua sekolah itu kembali aktif dan murid tidak dirugikan.

“Kami akan libatkan lintas komisi di DPR Papua memediasi masalah ini. Tugas kami hanya mediasi,” kata Maria Duwitau.

Menurutnya, jika pejabat Wali Kota Jayapura sebelumnya menyatakan telah membayar ganti rugi, mesti dicari tahu berapa nominal yang telah dibayarkan.

“Kalau memang sudah, kan pasti ada di dokumennya. Jadi kami akan bersama-sama pihak terkait mencari solusinya,” ucap Maria Duwitau. (*)

 

Editor: Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top