HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Sedikitnya 200 CV perusahaan milik OAP terdaftar di KAPP

Badan Pengurus Pusat KAP Papua saat memberikan keterangan pers kepada Jubi – Agus Pabika.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Sampai saat ini, pengusaha orang asli Papua (OAP) yang terdaftar di Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) sebanyak 200 perusahaan aktif dalam CV (komanditer) kualifikasi K1. Hal tersebut dikatakan Musa Haluk, ketua umum Badan Pengurus Pusat Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP), ketika diwawancarai Jubi, Senin (17/2/2020).

Menurutnya, jumlah pengusaha yang mendaftar akan terus bertambah dan pengusaha OAP siap bersaing dengan pengusaha non Papua yang ada di tanah ini.

“Kami punya semangat yang besar dalam bersaing dengan teman-teman kita yang non Papua hanya saja ada beberapa kendala yang sering membuat kami agak terhambat khususnya terkait tender,” kata Haluk.

Ia menjelaskan, untuk memenangkan tender proyek pengusaha OAP selalu terbentur dengan persyaratan SKT/SKA diduga permintaanya sering berlebihan.

“Ada pekerjaan yang nilainya di bawahRp  2 miliar saja permintaan SKT/SKA cukup banyak dan untuk mendapatkan SKT/SKA butuh biaya kalau persyaratan diminta 5 SKT maka biaya yang bisa keluar hampir Rp 15 juta untuk satu paket tender, ini yang membuat kami selalu meyerah,” kata Haluk.

Musa menambahkan, alasan lain beberapa oknum di OPD terkait, kurang memberi ruang bagi kami pengusaha OAP baik pengadaan langsung, maupun tender.

Loading...
;

“Jika masalah semangat dan tanggung jawab akan pekerjaan kami, pengusaha OAP hari ini siap bersaing dan bertanggungjawab dengan hasil pekerjaan. Kami sering dianggap tidak mampu itu mungkin 10 tahun lalu, tapi hari ini kami siap sekali,” tegas Haluk.

Dengan hadirnya KAPP sebagai rumah/Honai, maka pihaknya meminta Pemerintah bisa memberi ruang yang selebar-lebarnya, agar melalui KAPP bisa disalurkan pekerjaan-pekerjaan pengadaan langsung dan sebagainya.

Menurutnya, ini juga diharapkan berlaku bagi empat balai besar yang ada di Papua . Baik balai jalan jembatan, balai wilayah sungai, balai perumahan, balai cipta karya, diharapkan memberi ruang bagi pengusaha asli Papua.

Baca juga  Posko pengungsi SKB masih butuh air bersih dan kasur

Sebelumnya, Pengusaha asli Papua dari Nabire, Micfrank Wayar, menuntut keadilan untuk mendapatkan lelang tender proyek di Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) wilayah Papua.

Pemilik CV Nahase Putra ini mengaku kecewa karena dua tahun belakangan tidak pernah mendapatkan tender di Bina Marga, khususnya Satker PJN Wilayah VII (Nabire), karena sistem tender yang dianggap “tidak sehat”.

“Kami sangat berharap kepada para stakeholder, khususnya Gubernur Papua dan terutama Wakil Menteri PUPR yang merupakan salah satu putra terbaik Papua, agar dapat memperhatikan ini. Karena paket pekerjaan yang saat ini menjadi masalah merupakan tolok ukur independensi BP2JK bagi pelaku usaha di Nabire,” katanya kepada Jubi di Jayapura, pekan lalu. (*)

 

Editor: Edho Sinaga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa