Follow our news chanel

Sejarah gelap blackbirding Kepulauan Solomon perlukan perspektif lokal

Terbatasnya pembahasan mengenai blackbirding sebagian disebabkan oleh langkah pemerintah kolonial masa lalu, untuk menghindari sejarah gelap tersebut. - ABC Radio Australia/Pacific Beat/State Library of Queensland
Sejarah gelap blackbirding Kepulauan Solomon perlukan perspektif lokal 1 i Papua
Terbatasnya pembahasan mengenai blackbirding sebagian disebabkan oleh langkah pemerintah kolonial masa lalu, untuk menghindari sejarah gelap tersebut. – ABC Radio Australia/Pacific Beat/State Library of Queensland

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Honiara, Jubi – Sejak 1860, orang-orang Kepulauan Solomon merupakan bagian dari perdagangan manusia atau yang lebih dikenal dengan istilah blackbird, yang dilakukan oleh Australia. Mereka diculik dan dipaksa naik ke atas kapal sebagai tenaga kerja paksa, untuk bekerja di perkebunan tebu yang berkembang pesat di Queensland.

Namun, menurut sekelompok peneliti dari universitas nasional Kepulauan Solomon, Solomon Islands National University, ada keterbatasan informasi yang terpercaya tentang periode sejarah ini di dalam kurikulum sekolah.

Dr. David Gegeo berkata hal ini sebagian besar disebabkan oleh langkah pemerintah kolonial masa lalu, untuk menutupi sejarah gelap tersebut.

“Sejarah tidak dilihat sebagai sesuatu yang dapat berkontribusi terhadap modernisasi Kepulauan Solomon,” menurut Dr. Gegeo.

Dr. Gegeo mengungkapkan bahwa banyak pembahasan mengenai praktik blackbirding ini yang telah ditulis oleh sejarawan Eropa, dan sekarang diperlukan adanya perspektif lokal.

“Dampak dari blackbirding ini masih diceritakan di desa-desa sampai saat ini. Itulah keindahan dari sejarah sebagai ilmu yang menerima sejarah lisan,” kata Dr. Gegeo.

Loading...
;

Dr. Hugo Bugoro telah mempelajari foto-foto para orang-orang Solomon, untuk mencoba menilai dampak kesehatan fisik dan mental mereka, akibat kerja keras mereka di perkebunan tebu. Ia percaya banyak dari mereka yang menderita trauma mental, yang melemahkan kesehatan fisik mereka, dan menyebabkan angka kematian yang tinggi untuk pekerja yang berusia antara 16 dan 35 tahun pada saat itu.

Praktik blackbirding juga membentuk dasar sejarah kolonial Kepulauan Solomon, dengan ribuan orang terpaksa pergi ke Australia untuk bekerja di perkebunan tebu. Setelah itu, banyak juga yang pergi ke Australia dengan sukarela untuk mengadu nasib.

Salah satu dampak blackbirding yang paling penting adalah penyebaran bahasa pidgin sebagai bahasa umum, melalui pekerja yang pulang.

Dr. Gegeo mengatakan bahwa aspek positif dan negatif dari blackbirding telah banyak dipelajari, dan para peneliti berencana untuk mengadakan suatu forum terkait aspek ini ke depannya. (ABC Radio Australia/Pacific Beat/Evan Wasuka)


Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top