HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Sejumlah ASN anak Marind siap bertarung di Pilkada Merauke

Ketua DPC PDI-P Merauke, Heribertus Silubun – Jubi/Frans L Kobun
Sejumlah ASN anak Marind siap bertarung di Pilkada Merauke 1 i Papua
Intelektual Marind, Harry Ndiken – Jubi/Frans L Kobun

Papua No. 1 News Portal | Jubi

MESKIPUN pentahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Merauke belum dilaksanakan, namun sejumlah figur mulai ‘memproklamirkan’ diri kepada masyarakat untuk siap bertarung pada pemilihan September 2020 mendatang.

Sejumlah nama yang santer beredar di antaranya nantan Bupati Merauke periode 2011-2015, Romanus Mbaraka, Frederikus Gebze (incumbent), Felix Liem Gebze (mantan Kepala Badan Kesbangpol Merauke), Herman Anitoe Basik-Basik (Ketua DPD II Golkar Merauke), Heribertus Silubun (Ketua DPC PDI-P Merauke), Obeth Rumetna, dan sejumlah bakal calon lain.

Sejumlah ASN anak Marind siap bertarung di Pilkada Merauke 2 i Papua

Bahkan tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) anak Marind yang masih muda, juga dikabarkan akan bertarung yakni Hendrikus Mahuze, Christian Ndiken, dan Fransiskus Ciwe.

Ketiga nama yang disebut ini mendapat perhatian dari salah seorang intelektual Marind, Harry Ndiken. Dia pun angkat bicara sekaligus memberikan banyak masukan kepada ketiganya.

Saat dihubungi Jubi, Sabtu (3/8/2019), Harry Ndiken mengatakan mestinya ketiga ASN orang Marind yang masih muda itu, menahan diri terlebih dahulu. Memang jabatan bupati sangat menggiurkan. Tetapi jangan karena menggiurkan, lalu mengorbankan masa depan dan karier  yang masih panjang.

“Betul bahwa jabatan bupati adalah jabatan politis dan siapa saja boleh mencalonkan diri untuk maju. Namun sebagai seorang kaka, saya menyarankan agar ketiganya menahan diri terlebih dahulu. Kalau anak Marind yang masih muda dan berstatus ASN berlomba-lomba mencalonkan diri menjadi bupati, kan kasihan dengan kariernya,” katanya.

Loading...
;

Harry kembali menegaskan ketika mereka nekad maju dan kalah dalam proses Pilkada, tak mungkin akan kembali sebagai ASN. Tetapi menjadi pengangguran terhormat.

“Jadi menurut saya, mereka yang muda harus bersabar. Biarkan para senior orang Marind mencalonkan diri seperti Pak Romanus Mbaraka, Frederikus Gebze, maupun Felix Liem Gebze,” saran dia.

Dia menyarankan anak muda Marind sekarang, sebaiknya mempersiapkan diri lebih matang  kembali dengan berbuat melakukan pelayanan kepada masyarakat terutama orang asli Papua.

“Ingat bahwa ASN di Kabupaten Merauke antara OAP dan non Papua, selisihnya sangat besar. Dimana OAP hanya sekitar 800, sedangkan non Papua mencapai 4000-an orang,” tegasnya.

Olehnya, lebih baik menahan diri. Sekalipun telah mengklaim memiliki basis massa, kemungkinan menang juga sangat tipis. Lalu perlu dipertimbangkan finansial ketika  maju.

Apakah selama ini tak bisa dibangun komunikasi sekaligus mengingatkan mereka, Harry mengaku meskipun belum tetapi imbauan terus dilakukan dari waktu ke waktu.

Berkaitan dengan sikap Felix Liem Gebze yang mencalonkan diri, Harry mengacungkan jempol. Karena dari sisi usia, beliau akan pensiun juga.

“Dia anak Marind dan saya dukung penuh maju menjadi cabup Merauke,” katanya.

Jangan ambil semuanya

Sejumlah ASN anak Marind siap bertarung di Pilkada Merauke 3 i Papua
Ketua DPC PDI-P Merauke, Heribertus Silubun – Jubi/Frans L Kobun

Sementara menyangkut sikap Ketua DPC PDI-P Merauke, Heribertus Silubun, yang telah menyiapkan ‘kuda-kuda’  untuk maju, Harry menegaskan harusnya yang bersangkutan tahu diri.

“Memang belum ada regulasi yang mengatur. Tetapi otonomi khusus harus dihormati dan hak kesulungan dihargai,” ia mengingatkan lagi.

Dia memberikan gambaran, dulu orang Maluku datang ke sini, merintis dan mendidik orang Marind menjadi mengerti tentang agama, etika, dan lain-lain. Olehnya, Heribertus agar melihat kembali ke belakang.

“Perlu saya garis-bawahi, orang Marind tak mungkin akan ke Maluku mencalonkan diri di sana menjadi bupati dan juga anggota DPRD. Sudahlah, posisi sebagai anggota DPRD di Tanah Anim Ha telah diambil. Jadi jangan lagi mencalonkan diri menjadi bupati di sini,” pintanya.

“Bagi saya, kalau bersangkutan nekad maju, berarti dia haus akan kekuasaan. Silakan tulis dan saya siap bertanggung jawab,” ujarnya.

Ketua DPC PDI-Perjuangan Merauke, Heribertus Silubun, beberapa waktu lalu mengatakan hasil konfercab yang diikuti semua PAC di salah satu hotel di Kota Merauke, telah menyatakan satu suara mendukung dirinya maju bertarung dalam Pilkada 2020.

“Ya, karena ini adalah aspirasi dari semua PAC, makanya saya menyatakan diri maju. Nantinya dalam kongres PDI-P, hasil ini akan dibahas lebih lanjut,” katanya.

Heribertus menambahkan PDI-P membuka ruang seluas-luasnya kepada siapa saja untuk mendaftar. Namun ketika akan mendaftar, harus berpasangan sekaligus. Artinya calon bupati dan calon wakil bupati datang secara bersamaan. (*)

Editor: Yulan Lantipo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top