Follow our news chanel

Previous
Next

Sejumlah masalah sosial saat jembatan Manokwari-Mansinam sedang dibangun

Perahu mesin penum pang (taxi laut) di pulau Mansinam. Rencana pembangunan jembatan Manokwari-Mansinam resahkan pejasa taxi laut. (Jubi/Hans Arnold Kapisa)
Sejumlah masalah sosial saat jembatan Manokwari-Mansinam sedang dibangun 1 i Papua
Perahu mesin penum pang (taxi laut) di pulau Mansinam. Rencana pembangunan jembatan Manokwari-Mansinam resahkan pejasa taxi laut. (Jubi/Hans Arnold Kapisa)

Warga berharap pembangunan fisik harus diimbangi dengan sumber daya manusia  agar warga setempat tak hanya menjadi penonton.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi – Sejumlah masalah sedang dihadapi warga saat jembatan penghubung Manokwari-Mansinam dibangun untuk menyambung kawasan setempat. Keberadaan jembatan yang diharapkan mampu menghubungkan akses antar wilayah itu justru mencemaskan warga sekitar yang selama ini memanfaatkan kondisi alam yang terpisah antara daratan dengan perairan itu.

“Kami tak pernah berfikir tentang jembatan  dari Manokwari ke Mansinam. Namun, sebagai masyarakat pribumi mereka tetap menerima meski cemas,” kata Alberth Rumbarar, warga pulau Mansinam, Senin (10/2/2020).

Berita terkait : Jembatan Manokwari-Mansinam untuk seluruh warga di tanah Papua

Mandacan berencana bangun jembatan Manokwari-Mansinam

Pemasaran hasil bumi diadang jembatan rusak

Loading...
;

Ia menyebutkan ada puluhan kepala keluarga yang berprofesi sebagai pejasa taxi laut atau perahu mesin penumpang yang terancam kehilangan mata pencaharian dengan adanya jembatan nantinya. Sedangkan di pulau itu maish ada masalah sekitar 200 pekerja situs Mansinam warga asli yang masih terkatung-katung dalam menerima upah dari hasil menjaga dan mengelola Situs Mansinam sejak tahun 2016.

“Untuk terima hak (upah) kami para pekerja situs Mansinam, kadang sulit. Badan pengelola harus didesak  dengan cara didemo, baru mereka bisa bersikap untuk membayar upah,” kata Rumbarar menambahkan.

Rumbarar yang juga ikut perahu mesin khawatir para motores taxi laut tidak lagi mendapat pemasukan karena semua pengunjung Mansinam akan melewat jembatan. Ia berharap pembangunan fisik situs Mansinam yang telah ada, termasuk rencana pembangunan jembatan punya manfaat jangka panjang sesuai program Pemerintah.

“Namun, penyiapan sumberdaya manusia (SDM) orang asli Mansinam jangan sampai diabaikan,” kata Rumbarar menambahkan.

Warga berharap pembangunan fisik harus diimbangi dengan sumber daya manusia  agar warga setempat tak hanya menjadi penonton. “Bagian ini pun harus jadi pertimbangan pemerintah,” katanya.

Ketua DPR Papua Barat, Orgenes Wonggor, mendukung rencana pembangunan jembatan Manokwari-Mansinam.

“Ada nilai positif dalam pembangunan jembatan tersebut. Yaitu pengembangan potensi wisata Religi, maka jembatan merupakan salah satu akses penunjang,” kata Wonggor.

Dia berharap masyarakat dapat menerima rencana pembangunan jembatan tersebut. Namun jika ada aspirasi lain pun bisa disampaikan ke DPR Papua Barat untuk dijadikan bahan pertimbangan para wakil rakyat.

Gubernur Dominggus Mandacan menawarkan  pertemuan bersama kelompok warga yang belum sepenuhnya mendukung rencana proyek pembangunan jembatan Manokwari-Mansinam. “Pro-kontra itu wajar dalam pembangunan. Nanti saya akan ketemu yang belum sepenuhnya mendukung,” kata Mandacan.

Gubernur menjamin mencarikan solusi bagi warga yang kehilangan pekerjaan akibat pembangunan jembatan itu. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top